MATATELINGA, Medan - Seorang pelajar yang masih duduk di kelas 3 SMP, sebut saja namanya Bunga (14), warga Kecamatan Medan Area menjadi korban pencabulan oleh seorang teman sepermainannya berinisial HB (18), yang terjadi pada 12 April 2022, sekira pukul 23.00 WIB.Menurut Bunga, melalui ibu kandungnya NS (30) didampingi neneknya RS pada awak media (26/4) mengisahkan kronologis kejadian yang menimpa anak pertamanya dari empat bersaudara."Pertamanya si HB ini ngechat anak aku, ngajak main-main, ayolah, kata anak aku, trus anak aku minta izin ma neneknya, trus nenek mengizinkan. Setelah itu dijemput si HB lah Bunga di depan gang, trus jalan-jalan lah mereka sampai jam 10,Kemudian si HB jemput teman si Bunga berinisial AR, tarik tiga lah mereka naek kereta, pas saat itu anak aku diajak ke kost si HB, di Jalan HM Joni tak jauh dari Irian Super Market, bertiga lah anak aku si Bunga inilah ke kost sama si AR, trus disitu kan ada kawan si HB, inisialnya EN barulah si EN pergi sama si AR, disitulah tangan si Bunga dipegang sama tangan HB, mulutnya dibekap, Bunga pun berusaha melawan dengan sekuat tenaga, namun si HB ini berhasil mencabuli anak aku," ucap NS.Kata ibu korban lagi, kalau menurut anak aku ia tak punya hubungan atau pacaran sama si HB dan kejadian itu baru satu kali terjadi." Kejadiannya kan tanggal 12 April 2022, pas besoknya saat mamak aku ( nenek korban ) mau nyuci pakaian, dilihat mamak akulah celana dalam si Bunga. Ini udah berdarah, barulah besoknya aku dikasih tau ma nenek si Bunga, udah buat laporan kami, nomor laporanya STTLP/ 1300/IV/YAN/2.5/022/SPKT/ Polrestabes Medan/ Polda Sumut.NS pun mengaku sudah berusaha mendatangi rumah HB, untuk ngomong sama mamak si HB, namun bukanya bertanggung jawab, malah mamak si HB menuduh kalau Bunga sudah tak perawan lagi." Aku udah datang ke rumah mamak si HB, tapi malah anak aku dituduh sudah tak perawan lagi, malah diancam - ancamnya kami agar kami tidak ganggu anaknya si HB, dan bila tidak ia akan melaporkan balik kami ke Polis," ucap NS.NS pun berharap agar laporanya segera bisa diproses dan si pelaku bisa segera ditangkap Polisi.[br]Sementara itu RS (57) nenek korban mengaku sangat terkejut melihat celana dalam Bunga saat akan mencuci pakaian." Awak mau nyuci pakaian, ku lihat celananya ada darah, aku tanya lah ma Bunga, saat itu tak mau ngaku dia, pas malamnya lah aku paksa barulah dia ngaku kalau dia udah di cabuli sama si HB., Besoknya barulah aku ma si Bunga ke rumah mamaknya. Barulah kami buat laporan ke Satreskrim Polrestabes Medan. ( mtc/Suriyanto )