MATATELINGA, Labuhanbatu - Kritikan terhadap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Erik Astrada selaku Bupati dengan merobohkan tugu simpang Enam yang mengunakan Excavator ditanggapi Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Pos Labuhanbatu Ghufron Harahap, SH, Jumat (27/5/2022).
Menurutnya, dirobohkannya tugu simpang Enam itu, menunjukkan indikasi bahwa Pemkab Labuhanbatu belum memiliki pendirian tentang tugu yang harus dijadikan ikon Labuhanbatu.
Karena harusnya pembuatan tugu mempunyai landasan hukum karena tugu tersebut merupakan simbol Pemerintah daerah Labuhanbatu.
"Agar tidak terkesan asal bangun, dan ketika tidak dibutuhkan, tinggal robohkan dan ganti yang baru. Harusnya ada Perda atau Perbup yang mengatur tentang hal itu. Jangan sesuka hati saja dalam merubuhkan tugu simpang Enam itu," kata Ghufron pada Wartawan.
[br]
Menurutnya, dalam merobohkan simbol itu hendaknya berkordinasi dengan DPRD Labuhanbatu simbol apa yang akan dibangun melalui kesepakatan bersama.
"Bukan semena-mena, kalau berganti oknum pimpinannya berganti pula simbolnya. Kan tidak begitu juga. Habiskan anggaran jika hal terjadi berulang kali, kan masih banyak yang lebih penting kalau harus merobohkan setiap ganti pimpinan," ujar Ghufron.
Ia berharap dalam pembangunan tugu simpang enam dapat mempercantik simbol yang dibagun sebelumnya.
"Kita tunggu saja simbol apa yang akan dibangun Pemkab dengan merubuhkan simbol sebelumnya," pungkas Ghufron.
[br]
Diberitakan sebelumnya, tugu Simpang Enam Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumut dirobohkan excavator (beko),Kamis (26/5/2022).
Dirobohkannya, tugu itu lantaran ingin dibagun kembali mengunakan danaPanitia Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Sumut Tahun 2021.
Hibah yang diberikan Bank Sumut itu melalui Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang dengan judul Rekontruksi Tugu Simpang Enam Kota Rantauprapat dengan Anggaran Sebesar Rp.310.235.000 yang dikerjakan CV Tri Jaya Sakti.
Sementara itu Plt Kadis Kominfo Padli dikonfirmasi melalui telepon mengatakan belum mengetahui percis simbol apa yang akan dibagun ditugu simpang Enam tersebut.