MATATELINGA. Tebingtinggi - Pertengkaran dengan seorang pacar ternyata bisa membuat sesorang memilih untuk bunuh diri, demi untuk meluapkan emosionalnya terhadap sang kekasih.Ini seperti yang dialami seorang remaja berusia 22 tahun Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bernama Fazar Erlangga.Dirinya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan lehernya dengan seutas tali di dalam kamar rumahanya pada sabtu malam (18/06/2022) kemarin sekira pukul 23.50 Wib.Yang menurut informasi dari keluarga korban, sebelum korban Fazar Erlangga di temukan tewas gantung diri di dalam kamarnya, mereka sempat melihat korban yang uring-uringan sambil memaki-maki dengan mengeluarkan bahasa-bahasa kotor.
Baca Juga:Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polres Simalungun Bedah Rumah Masyarakat Kurang MampuPrilaku korban yang uring-uringan sambil memaki-maki dengan mengeluarkan kata-kata kotor berupa makian yang tidak jelas di tujukan kepada siapa, namun prilaku itu setelah korban bertengkar dengan pacarnya lewat sambungan seluluer pada sabtu malam itu.Adapun kronologis kejadian berawal pada Sabtu sekira Pukul 19.20 Wib, dimana saat itu korban terlihat pulang ke rumahnya dan langsung masuk kedalam ruangan TV sambil menelpon pacarnya.Tidak berapa lama korban mengucapkan kata-kata kotor, dan setelah itu korban pun pergi dari rumahnya.Dan sekitar 20 menit, korbanpun kembali lagi masuk ke dalam rumahnya sambil mengamuk-ngamuk tidak jelas dengan mengeluarkan kata-kata kotor.Mendengar suara korban yang mengamuk-ngamuk tidak jelas tersebut membuat tetangganya yang berinisal S (60) dan I (55), merasa terganggu lalu kedua tetangga korbanpun datang menjumpai ayah korban yang berinisial R (50) dibelakang rumahnya.Lalu ayah korbanpun memanggil korban, dan di situlah kedua saksi memberikan nasihat kepada korban dengan mengucapkan, "Kamu jangan ngamuk-ngamuk, kasian orang tua mu," ucap S menasehati korban.[br]Mendengar nasihat saksi S, korbanpun mengangguk sambil menjawab singkat, “IYA”, ucap korban malam itu.Setelah kedua saksi menasehati korban, dan saksipun kembali pulang kerumahanya. Sedangkan korban kembali masuk kedalam rumah.Tapi setelah korban masuk kedalam kamar rumahnya, dirinya kembali mengamuk-ngamuk tidak jelas sambil mengeluarkan kata-kata kotor untuk yang terakhir kalinya.Dan tidak berapa lama suara korban Fazar yang tadinya mengamuk tidak jelas sudah terdengar lagi sekitar lebih dari 110 menit.Justru tiba-tiba suara jeritan SH (48) selaku ibu kandung terdengar begitu kuatanya, setelah dirinya tidak sengaja melihat kondisi anak lajangnya sudah tergantung di dalam kamar korban.[br]Mendengar suara jeritan ibu korban, Ayah korban langsung menjumpai istrinya diruang tamu dan melihat korban sudah tergantung dengan menggunakan tali tambang.Akan kejadian tersebut, warga setempatpun langsung menghubungi pihak Polsek Sipispis yang dilanjutkan ke Mapolres Tebingtinggi.Berselang beberapa lama, piket SPKT Mapolres Tebingtinggi beserta Piket Fungsi, Kapolsek Sipispis dan tim Inafis Sat Reskrim Mapolres Tebingtinggi tiba ke lokasi guna melakukan evakuasi jasad korban yang masih tergantung.Kasi Humas, AKP Agus Arianto, pada Minggu (19/06/2022) membenarkan adanya kejadian tersebut sembari menjelaskan kalau korban pada Sabtu malam sudah di evakuasi dengan cara menurunkan korban dari gatungan, lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Tebingtinggi guna dilakukan Visum et Revertum (VER), sedangkan untuk autopsi pihak keluarga tidak bersedia, dan mengatakan sudah menerima dengan ikhlas akan kematian anak mereka.“Dari keterangan saksi bahwa korban tidak ada memiliki riwayat penyakit yang diderita,” jelas Kasi Humas. (bas)