MATATELINGA.Sergai-Ratusan massa Kelompok Tani (KT) Rampah menggelar aksi turun kelapangan, di Kampung Banten Desa Silau Rakyat Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (20/6/2022).Di lokasi aksi tampak ratusan Polri turut serta untuk menjaga keamanan dilokasi. Serta ada juga puluhan satpam dari PT. Soeloeng Laoet. Massa kelompok tani Rampah juga membentangkan sepanduk dan membuka tenda berdiskusi disawitan.Terdapat juga sepanduk yang bertuliskan "Berantas Mafia Tanah," dan ada juga sepanduk yang bertuliskan "Kembalikan Lahan Masyarakat".Dalam aksi tersebut turut serta dari (Lembaga Swadaya Masyarakat) LSM Penjara dan Sedulur Jokowi.Koordinator Wilayah Sumatera Sedulur Jokowi, Jansen Leo Siagian mengatakan maksud dan tujuan kami kesini untuk membuka atau membangunkan BPN yang tertidur."Kami rakyat tidak mau merusak, kami tidak mau anarkis dan tidak mau bakar-bakar," ucapnya dengan tegas.[br]"Keamanan kita dijaga, kita koperatif semua. Tidak ada yang saling membenci. Semua kita anak bangsa," ujar dihadapan massa KT Rampah.Ketua kelompok tani Rampah, Musanif Saragih mengatakan pada wartawan kita melakukan aksi penolakan HGU yang cacat hukum dan tidak sesuai dengan prosedur dan tidak taat azas clear and clean.Lanjutnya, kita kesini dalam rangka termasuk ulang tahun gitu, pematokan ulang tanggal 20 Juni. Karena kebetulan tahun 2017 dilakukan pematokan ulang, karena patok-patok pada saat itu dihilangkan atau dirusak.Saat ditanya oknum mana yang merusak, dia menjawab, besar dugaan kami dari PT Soeloeng Laoet.Dia juga mengatakan lahan yang disengketakan sekitar 942 Hektare sesuai dengan peta bidang yang telah dikeluarkan oleh BPN dan ditandatangani oleh Ir. Embun Sari. Jadi peta bidang tanahnya dikeluarkan tahun 2014."Yang berhak mematok itu sebenarnya adalah BPN. Kita melakukan aksi kelapangan ini dalam rangka ulang tahun. Pematokan ulang tahun 2017 tanggal 20 Juni. Untuk supaya kita membuka hati nurani dari pihak BPN supaya mengukur kembali yang sudah disepakati tahun 2013," harapnya dengan kesungguhan.[br]Sementara itu Humas PT Soeloeng Laoet, Dimas Prasetio, saat diwawancarai wartawan mengatakan kami sebagai perusahaan CSR kami lengkap,dalam artian kami berbuat kepada masyarakat,di Kampung Banten ada Masjid rusak kami perbaiki. Bahkan kami bikin sekolah SD dan SMP didalam, gurunya yang honorer kami bantu gajinya."Harapan kami ini kan HGU sudah terbit. Sudah sah secara negara, yah sudah jangan diganggu-gangu lagi," harapnya.Dia juga mengatakan jumlah karyawan sekitar 700. "700 karyawan berarti kami menghidupi 700 kepala keluarga. 700 kepala keluarga berarti kami menyekolahkan anak-anak mereka. Karyawannya dari sekeliling sini aja, yang paling banyak dari Desa Sinah Kasih," tutupnya. (mtc/buyung nst)