MATATELINGA, Percut Sei Tuan-Masih ingat soal dua orang pemuda yang menjadi korban penganiayaan dimana korban mengalami luka robek di bagian mulut hingga harus dijahit, pelaku menghantam korban dengan menggunakan batu koral, selain itu rekannya juga mengalami cidera dibagian dengkul akibat dimartil. Sementara pelaku yang berinisial GG masih bebas berkeliaran. Korban bernama Bagas Syahputra (19) mengatakan pada Senin (27/6/2022) penyelidik meminta saksi lain berinisial AL dan korban lainnya bernama M Ikbal untuk datang ke Polsek untuk diminta keterangan. "Kata penyidik, si AL yang mengetahui dimana keberadaan si pelaku, makanya Senin ini mereka datang ke Polsek Percut Sei Tuan," katanya. Korban menjelaskan rumah saksi dan rumah pelaku tak berjauhan tinggalnya, hanya saja informasinya pelakunya hanya pulang ke rumah untuk mandi.
"Pelaku tinggal di rumah neneknya, kalau pulang ke rumah hanya numpang mandi saja, setelah itu langsung pergi, dia jarang dirumah tapi tiap hari dia pulang ke rumah," jelasnya. Korban masih terus berharap agar pihak kepolisian terutama Polsek Percut Sei Tuan dapat segera mengamankan kan pelaku dan di proses sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku di negara Republik Indonesia. Sebelumnya diberitakan, bahwa korban sudah membuat laporan resmi ke Polsek Percut Sei Tuan. Pasca kejadian tersebut, ia masih mengingat peristiwa penganiayaan yang dialaminya, menurutnya kejadian tersebut sangat brutal dan jika para korban tak berhasil meloloskan diri kemungkinan ia tak dapat menyelamatkan nyawanya.
"Kalau kami saat itu tak dapat melarikan diri mungkin kami bisa mati di lokasi karena saat itu mereka (pelaku) sangat brutal dan kejam," ungkapnya. "Kawanku memberi kabar salah satu pelakunya masih berkeliaran di sekitar lokasi tersebut," jelasnya.Bagas mengatakan kejadian tersebut bermula saat dirinya dan temannya diundang untuk menghadiri acara ulang tahun di cafe Bambu Jalan Tanah Garapan Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan pada Minggu pagi sekitar pukul 01.30 WIB. "Jadi saat kami di cafe itu kami merayakannya dengan joget-joget jadi ada teman kami bersenggolan dengan tamu lain namun kejadian itu sudah selesai di situ, ternyata pihak mereka mungkin menaruh dendam," katanya, Senin (6/6/2022) Lanjut Bagas menjelaskan usai merayakan acara ulang tahun para korban dan keenam lainnya pergi beranjak pulang, namun tiba tiba tak jauh dari cafe tersebut para korban dicegat dan terjadi keributan mulut.
[br]
"Tiba tiba mereka menyerang kami ada sekitar belasan orang yang nyerang kami dan salah satu pelaku berinisial G mengambil batu koral dan menghantamkan ke arah bibirku, seketika itu bibirku pecah dan mengeluarkan darah segar, aku langsung terduduk dan langsung oyong kepalaku," jelasnya. "Aku langsung dibawa kawanku ke klinik terdekat namun dipertengahan jalan persisnya di Jalan Besar Laut Dendang kami lagi-lagi dihujani batu dan benda-benda tumpul lainnya kami langsung tancap gas menyelamatkan diri namun sayangnya temanku bernama Iqbal menjadi korban juga, aku bibirku dijahit sebanyak 6 jahitan dan 5 gigiku patah langsung," imbuhnya.
Sementara M Iqbal Ananda menerangkan saat itu dirinya sudah terkepung dengan para preman tersebut dan ia tak bisa lagi kemana-mana namun ia memaksakan diri dan pergi ke satu kedai. "Waktu itu aku berhenti dan langsung masuk ke dalam kedai namun aku langsung ditarik oleh para preman kebetulan aku pake helm. Helm-ku aja pecah di martil orang itu lalu saat itu kereta ku dirampas dan aku menahan kereta ku tapi tanganku langsung disayat pake pisau dan akhirnya terlepas kereta ku dibawa kabur orang itu," terangnya. "Lalu aku ditolong dengan teman temanku akhirnya aku bisa lepas dari amukan mereka," pungkasnya. (Suriyanto)