MATATELINGA,
Medan- Forum Aktifis 98, Muhammad Ikhyar Velayati meminta Presiden Jokowi menegur Menteri dan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) terkait konflik lahan antara Petani Desa Sei Mencirim dan Simalingkar versus PTPN II."Presiden harus tegas menegur Menteri terkait dan Gubsu dalam penyelesaian konflik lahan antara Petani Sei Mencirim dan Simalingkar dengan PTPN II. Karena kalau terlalu lama lahan pertanian tidak diredistribusikan sesuai dengan kesepakatan yang ada, maka ribuan petani beserta anak istrinya terlunta lunta kehidupan ekonomi dan berpotensi menjadi tunawisma," tegas Ikhyar kepada media di Medan, Kamis (7/07/2022).Ikhyar mempertanyakan kendala yang dihadapi hingga redistribusi dan sertifikasi lahan belum terealisir hingga kini."Masalahnya apa lagi ini, subjek atau warga penerima lahan dan tapak rumah sudah diverifikasi oleh tim dan Pemprov Sumut. PTPN II sudah ok melepas lahannya, KSP sudah buat SK, Presiden sudah perintahkan, Mentri BUMN sudah ok.Tapi hingga kini tanah dan pertapakan rumah yang menjadi hak petani belum terdistribusikan hingga kini. Apa menunggu para petani gelandangan semua baru tanah di distribusikan," ucap Ikhyar yang dikenal Ketua relawan Jokowi-Ma'ruf Amin Sumut.Ikhyar meminta agar Gubernur segera mengirimkan nama petani penerima lahan yang terverifikasi ke pemerintah pusat"Harusnya Gubernur segera menetapkan dan mengirimkan nama 1408 warga Sei Mencirim dan Simalingkar yang telah diverifikasi dan diputuskan bersama kepada pemerintah pusat. Pemerintah pusat segera membuat surat ke Gubernur dan PTPN II agar menandatangani pelepasan lahan yang telah terverifikasi," tutur Ikhyar.[br]Ikhyar melanjutkan jika sudah ada pelepasan lahan dari PTPN II, maka pihak Kanwil BPN harus menerbitkan dan menyerahkan sertifikat tanah untuk tapak rumah dan lahan di duà desa tersebut.Ikhyar mewanti-wanti Menteri dan Gubsu agar segera menyelesaikan kasus sengketa lahan ini. "Jangan sampai masalah yang sederhana ini justru dibuat rumit. Selain membuat rakyat sei mencirim sengsara, juga akan membuat nama baik pemerintahan Jokowi jelek di mata rakyat. Kasus ini juga berpotensi melanggar HAM petani desa Sei mencirim dan Simalingkar," jelas Bung Kesper, sapaan akrabnya.Dua orang ibu Petani Desa Simalingkar bernama Eliana Sembiring dan Riri Sembiring menerobos kerumunan massa dan bertemu dengan Presiden Jokowi mengadukan kasus sengketa lahan warga Desa Sei Mencirim dan Simalingkar yang tak ķunjung usai.Saat itu, Presiden Jokowi sedang berada di Pasar Petisah dalam rangka pemberian bantuan sosial dengan sejumlah agenda acara di Medan seperti menghadiri puncak acara Harganas 2022 di Lapangan Merdeka dan pengelolaan kelapa sawit Rispa di Jalan Brigjen Katamso.Konflik agraria antara warga Desa Simalingkar dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Sumut dengan PTPN II sebenarnya sudah ada kemajuan yang signifikan. Sejumlah warga telah diverifikasi dan dijanjikan akan mendapat lahan untuk tapak rumah dan lahan garapan. PTPN II juga telah menetapkan titik lahan yang dimaksud.