Matatelinga - Binjai, Gudang pengelola inti kelapa sawit di Jalan Sederhana, Dusun 7, Pasar 6 Cina, Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, disoal warga. Sebab, selain menimbulkan bau tak sedap (busuk-red). Gudang yang disebut-sebut milik pengusaha bernama Ayung (35) warga turunan tionghoa ini menimbulkan polusi udara."Selain bau, bising dari seuara mesin juga sangat mengganggu. Kita juga susah (sesak-red) bernafas, diakibatkan abu yang berterbangan ketika mesin berjalan," terang warga sana yang masih berdarah tionghoa bernama Legimun (45) diamini sekitar 100 kepala keluarga sana, Kamis (7/8/2014).Selain mengganggu pernafasan dan menimbulkan bau tak sedap, menurut mereka, abu yang berterbangan ketika mesin berjalan. Membuat air minum yang berada dibak rumah tangga turut tercemar dan tidak bisa digunakan. "Kalian lihat sendiri saja di bak kamar mandi aku. Bedebu semuanya dan demikian juga dengan peralatan dan makananya yang akan dihidangkan," ketus mereka.Diman papar mereka, setiap harinya mesin pengelolaan pemecah biji kelapa sawit ini terus berjalan. Dan abu yang berterbangan jga terus-terusan menyengat hidung dan mencemari polusi udara."Kami pokoknya sangat-sangat terganggulah. Mana lagi jalan-jalan menjadi rusak kalau koteiner pengangkut inti kelapa wasit masuk. Makanya masyarakat sini hapir rata-rata memagar rumahnya dengan menggunakan vas bunga jika koteiner masuk. Agar mobil pengangkut ini tidak bisa memutar dengan menggunakan halaman warga," celoteh Ahun, dan beberapa warga disana. Ditegaskan mereka, permasalahan ini sebenarnya sudah sampai ke telinga kepala desa. Akan tetapi, tanpaknya permasalahan tak kunjung terselesaikan. Malah, Ayung, lebih membesarkan usahanya lagi dan hanya menembok lokasi usaha agar lebih aman."Sekitar sebulan lalu sempat sudah kami sampaikan komplen dan sudah didamaikan kepada kepala desa. Tapi ya gitu, gak ada penyelesaian berarti dari mereka (Ayung-red). Gak tahulah, intinya kami ingin solusi lebih baik lagi," pinta mereka.Sayangnya, Ayung, selaku pemilik usaha yang coba ditemui wartawan koran ini tak kunjung menunjukan batang hidungnya. Demikian juga dengan kepala desan yang tapak enggan untuk bertemu.Dilokasi gudang sendiri, memang tanpak tumpukan ratusan goni biji kelapa sawit siap dipecahkan. Memang jika ditimbun terlalu lama bau tak sedap ditimbulkan dari buah yang dapat diolah menjadi minyak ini. Terlebih jika hujan turun membasahi goni-goni berisi buah sawit ini.(Hendra/Mt)