MATATELINGA, Belawan - Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan terpaksa menembak kaki S, pelaku pencabulan anak berusia 4 tahun karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.
Kasus pencabulan ini diungkapkan Waka Polres Pelabuhan Belawan Kompol Sukarman SH saat memaparkan tindakan bejat pelaku yang tak lain merupakan paman korban adik kandung dari ibu korban.Seharus pelaku melindungi korban ini malahan korban dijadikan budak nafsunya.
Yang anehnya lagi, pelaku S melakukan perbuatan bejat tersebut bukan hanya seorang diri saja, usai pelaku melepaskan napsu setannya, korban diserahkan kepada rekannya A alias E sehingga bocah yang layaknya boneka tersebut menjadi permainan kedua binatang jahanam ini.
Kejadian tersebut di rumah kakak kandungnya sendiri AS bertempat di Dusun IV Desa Kelumpang Kampung Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal RHS, SIK, SH, MH diwakili Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Sukarman, SH saat memaparkan kasus tersebut menjelaskan bahwa kedua tersangka melalukan pencabulan pada tanggal 07Juli 2022 malam. "Kami menerima laporan dari orang tua korban tanggal 12 Juli 2022," ujarnya.
Pada tanggal 13 Juli 2022 tim bergerak cepat mendatangi korban dan keluarganya di Puskesmas serta melihat kondisi anak, kata Waka Polres Pelabuhan Belawan kepada wartawan, Rabu 13 Juli 2022 sekira pukul 14.30 Wib di Aula Wira Saktya Polres Pelabuhan Belawan.
[br]
Mirisnya, berdasar hasil penyelidikan, korban dicabuli bukan hanya pamannya saja yang telah menyetubuhi. Ada satu lelaki lain yaitu rekan dari paman korban yang ikut dalam aksi bejat itu. Keduanya secara bergantian melampiaskan nafsu birahinya diwaktu yang bersamaan.
Dari pengakuan kakak korban, L dan saksi saksi lainnya, pelaku pencabulan adalah paman korban dan temannya yang sempat nginap di rumahnya. "Kami terus mendalami keterangan saksi-saksi," kata Sukarman SH.
Korban dan ayahnya tidur di rumah kakak kandung ibu korban bersama dengan kedua pelaku, sementara ibu kandung korban sedang pergi bekerja di Pabrik di kawasan KIM Mabar Medan Deli.
Kemudian keesokan harinya korban demam dan pada saat buang air kecil merintih kesakitan, lalu kakak korban menjerit melihat kondisi kemaluan korban banyak mengeluarkan darah, tambahnya.
Kemudian si kakak melaporkan kejadian tersebut kepada sang ayah dan ayahnya menghubungi kepling selanjutnya membawa korban ke puskesmas terdekat. "Dari hasil pemeriksaan doktor,karena kondisi korban yang menghawatirkan korban dirujuk ke RS Amri Tambunan Lubuk Pakam," papar Sukarman.
Selanjutnya, tim Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Iptu Hendry David Sijuntak SH langsung bergerak melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku dan mengamankan kedua pelaku.Pelaku berinisial A alias E terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat ditangkap.