MATATELINGA, Medan- Tiga narasumer Persatuan Wartawan Indonesia Propinsi Sumatera Utara masing masing Rianto Aglisekertasis SPS , Dewan Kehormatan PWI Sumut Drs.M.Sahril M.I Kom dan ketua PWI Sumut H.Farianda Putra Sinik SEDalan diskusi panel yang disampaikan Rianto Agli yang juga pimpinan dari beberapa media cyber serta menjabat sebagai sekertaris media siber Sumatera Utara mengatakan pentingnya seorang wartawan untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan dalam prospektif media online tentunya ini adalah hal yang sangat penting oleh karena pertama adalah untuk menjadi seorang pimpinan sebuah media online tidak terlepas dari proses komunikasi dengan manusia dan saling berhubungan.Melakukan interaksi sosial wartawan dalam menjalankan tugas dan fungsinya juga tidak terlepas dari unsur-unsur komunikasi wartawan yang berkualitas ,aktual dan akurat serta berimbang ,beretika yang dapat dipertanggung sesuai dengan kode etik jurnalis.Ini pentingnya kita hadir di sini untuk menjadi kompetensi untuk menjadi wartawan handal harus ada berbagai persyaratan yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang telah dituangkan.[br]Saat ini telah banyak media siber bermunculan bukan saja media sosial yang banyak menebarkan berita hoax serta banyaknya berita yang bermunculan tanpa didasari konfirmasi, sehingga banyak terjadi permasalahan yang berbuntut pada pidana.Terlebih media tersebut juga tidak memiliki persyaratan sebagai mana mestinya, maka berhati hatilah para wartawan yang semata mengandalkan copy paste.Sementara ketua Dewan Kehormatan PWI Sumatera Utara Drs.M.Sahril M.I Kom juga menambahkan "Hanya Orang. Gila Yang Kepingin Jadi Wartawan", kemauan dan hasrat untuk menjadi seorang wartawan bukan semata hanya mengarang cerita.Namun, juga harus dibarengi dengan kesungguhan dalam karya tulis yang tentunya dengan kebenaran dan fakta yang ada.Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumatera Utara Drs.M.Sahril M.I Kom juga mengatakan beberapa kejadian yang dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan yang berakhir dengan kegaduhan dan bermasalah dengan hukum.[br]Hal ini sempat menjadi viral di media sosial, hal ini juga seperti pada era zaman Soeharto, di zaman sekarang ini zaman reformasi saya mengistilahkan tes keseimbangan jadi ibarat jamur tumbuh di musim hujan berkembang .Jadilah wartawan secara teratur dengan menghasilkan produk jurnalistik menjadi sebuah berita dan informasi yang layak dan patut di percaya oleh publik.Ketua SPS Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE.berbicara tentangpekerja di surat kabar kemudian berubah menjadi berkat-pesan pesantren namun dalam perjalanannya ternyata SPS tidak mampu.Kemudian media online karena media online setiap hari pasti ada yang muncul setiap hari sehingga orang pada bertanya kepada saya berapa banyak perusahaan online yang ada di Sumatera Utara.Mudah-mudahan, mudahnya hitung aja tiang di jalan situ banyak lah karena saya enggak tahu menghitungnya Untung aja siang di jalan yang begitu banyak lah mediator lain karena setiap hari adanya karena dengan mudah pernah membuat perusahaan online cuma tinggal usahanya sudah sertifikasi apa belum tinggal itu aja Ya kan.Kalau, sudah sertifikasi baru kita bisa tahu jumlahnya jadi saat ini berikan pesan-pesan saya sementara anggotanya berjumlah kemarin 40 kita coba lalu sudah sudah ada sekitar 40 lah tinggal dari 50 ya dan 50 kemudian kami Tinggal 40.Namun, ada beberapa perusahaan meja makan yang ikut bergabung kepada kami ee kemudian tentunya yang kita bicarakan saat ini adalah bagaimana tantangan Pesantren menghadapi era globalisasi.Jadi kali ini bisa diartikan sebagai daerah yang serba menggunakan teknologi dulu kan media cetakan statis buat surat kabar tidak bisa tidak bergerak bisa dia ada videonya kita lihat pakai dari hanya pakai HP sudah bisa kita melihat semua kegiatan yang ada di kemudian dari cerita ini.Terjadi perubahan kita main di media online dulu saya sebelum banyaknya media online saya sudah diingatkan sama kawan dari Jakarta ayo kita main online.Pada saat itu tidak belum begitu tertarik padahal teman saya ini juga melitus ternyata dia betul saya terlambat betul tahun 2018 sekarang jumlah iklan yang ada di Indonesia ini 77% dikuasai oleh media online.Sisanya yang berebut televisi radio cetak itu yang bagus seperti saya yang 30% itu dapat banyak media online coba 10 tahun yang lalu saya ikut Saran teman saya itu kan mungkin berbeda.Tapi itu lagi memang semuanya kita hanya bisa berencana kan Tuhan tetap yang menentukan salah satu yang terkena dampak dilihat dari satu ini adalah tentunya perusahaan cetak media cetak, pungkanya (Didiek anggota muda PWI Sumut.(dieks,)