MATATELINGA, Tanjungbalai- Warga Jalan Anwar Idris, Sei Dua, Kecamatan Datuk Bandar Timur, kota Tanjungbalai melakukan aksi memblokade ruas jalan.Rabu (3/8/2022).Aksi itu sebagai bentuk protes atas beroperasi nya usaha penambangan pasir ilegal atau diduga Galian C yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kesehatan wargaSempat terjadi ketegangan antara warga dan supir truck tambang yang hendak melintas. Mencegah terjadi bentrok, Camat Datuk Bandar Abu Said, Kapolsek Datuk Bandar AKP R Sinaga, Danramil 17/Datuk Bandar Kapten Inf Endar Siregar, KBO Intelkam Polres Tanjungbalai Iptu R Nasution, dan Plt Kasatpol PP Tanjungbalai Arifin terjun langsung ke lokasiKepada warga , Plt Kasatpol PP Tanjungbalai Arifin menyatakan bahwa usaha Galian C atau penambangan pasir didaerah itu memang tidak mempunyai izin atau ilegal namun, diluar peraturan ada yang bisa dimaklumi."Jangan sampai berhadapan dengan hukum. Tahan emosi dan hindari gontok-gontokan, karena diluar peraturan ada yang harus dan bisa kita maklumi," Ucap Arifin menjawab warga.[br] Untuk menutup usaha Galian C itu, kata Arifin, ada Tim Terpadu yang dibentuk oleh Pemerintah kota Tanjungbalai. Sehingga untuk menutup usaha tersebut merupakan kewenangan Tim Terpadu, dan satpol PP Juga tidak berhak."Untuk menghentikan agar truck pengangkut pasir tidak melintasi Jalan ini Satpol PP tidak berhak. Saran saya, jangan sampai terjadi hal-hal tidak diinginkan, sebab masalahnya bisa lain," ujar Arifin mengimbau warga.[br]Diketahui pada bulan Oktober 2021 lalu, pemerintah kota Tanjungbalai atas desakan warga membentuk tim terpadu, untuk menutup seluruh usaha Galian C ilegal dikota Tanjungbalai.Meski dibentuk tim terpadu pengusaha calian C tetap beroperasi dengan mencuri waktu petugas.Selasa (2/8/2022) warga yang resah dan keberatan mendatangi DPRD Tanjungbalai, dan dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara warga, pengusaha dan supir truck pengangkut pasir.Rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Surya Darma AR tidak membuahkan hasil atau kesepakatan antara warga yang keberatan dengan pihak pengusaha dan supir truck, sehingga pada hari ini (Rabu,3/8/22) warga memblokade Jalan Anwar Idris. (Riki)