MATATELINGA. Belawan - Ribuan warga yang bertempat tinggal di Jalan KLY Sudarso dari kawasan KM 14 di Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan hingga ke Kecamatan Medan Belawan resah akibat penggalian trotor Jalan oleh PDAM Medan untuk penanaman pipa yang dilaksanakan kontraktornya.Keresahan warga tersebut bila hari panas debunya berterbangan ditiup angin saat truk, treler dan tronton melintas dan mengganggu pernapasan warga dan debunya masuk kedalam rumah warga. Bila hari hujan maka jalan tersebut menjadi becek karena galian tanah yang ditumpuk dipinggir jalan mencair kebadan jalan dan digilas kendaraan yang melintasnya.Bukan hanya warga yang betempat di tinggal pinggir jalan saja yang resah, tapi ribuan warga pengguna Jalan menggunakan kendaraan mobil dan sepeda motor juga resah akibat becek dan tanahnya mengotori kendaraan mereka. Selain itu pengusaha UMKM yang berdagang didepan rumahnya juga resah karena tidak ada pembeli yang datang karena debu.
Baca Juga:Penganiayaan Terjadi Lantaran Pemintaan Tidak TerakomodirSelain debu dan kotornya Jalan pembongkaran trotoar yang diperuntukkan pejalan kaki, tanah yang sudah digali tidak dititup sebagai mana semula sehingga menjadi berlobang lobang didepan rumah warga dan membahayakan warga. Sementara batu batu batakonya di serak dipinggir jalan. Padahal trotoar tersebut dibangun oleh Pemerintah Daerah yang anggarannya milyaran rupiah dan yang anehnya tanah yang sudah digali, pipanya sudah sebulan lebih tidak ditanam.Anas Nasution pedagang UMKM mengaku sangat kecewa dengan pihak kontraktor penanaman pipa milik Tirtanadi/ PDAM Medan karena kerjanya amburadul dan asal jadi. Anas Nasution mewakili warga mengharapkan agar Gubernur Propinsi Sumut dan Walikota Medan mengevaluasi kontraktor tersebut. Sudah pengerjaan lambat dan amburadul pula sehingga merugikan masyarakat.Pihak kontrator penanaman pipa milik PDAM/ Tirtanadi Medan ini mau untung besar sehingga pengerjaan proyek tersebut asal kaji dan tidak Propesional serta amburaul. Selain pengerjaan proyeknya amburadul, kontraktor tidak ada memasang Plang, kami sebagai warga kan mau tau berapa nilai proyek yang sebenarnya. Kata Jasman warga Simpang Kantor Kelurahan Martubung.