MATATELINGA, Labuhanbatu - Sejumlah Mahasiswa dan aktifis Labuhanbatu berunjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu, Sumut tepatnya di jalan Sisingamangaraja Rantauprapat, Senin (15/08/2022) sekira pukul 11.00 Wib.Aksi itu dilakukan dinilai DPRD Labuhanbatu beserta Bupati tidak peduli dengan jaminan kesehatan masyarakat Labuhanbatu kurang mampu yang tidak tercover ke dalam BPJS PBI dari pemerintah maupun kartu sehat lainnya.Walau sempat terjadi sedikit gesekan dengan orang yang tidak dikenal yang mencoba menghalangi hingga menarik baju para orator, namun tak mengurangi semangat para pengunjuk rasa itu yang terdiri dari HMI Labuhanbatu, GMNI Labuhanbatu dan GMKI Labuhanbatu," Kata Hamdani Hasibuan selaku Ketua GMNI.
Baca Juga:Bupati Karo Cory S Sebayang Kukuhkan 65 Anggota Paskibraka Tahun 2022Katanya dalam orasi itu,mereka Meminta DPRD Kab. Labuhanbatu mendesak Pemkab Labuhanbatu melalui Kepala Desa & unsur Pemerintahan Desa untuk mengcover masyarakat Kab. Labuhanbatu agar menerima BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran). Kemudian mendesak mempertanyakan kepada Pemda sampai dimana Peraturan Bupati tentang Bantuan Kesehatan melalui SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)."DPRD harus mendesak Dinkes Kab. Labuhanbatu untuk jemput bola Tentang Jaminan Persalinan sesuai dengan Inpres Nomor 5 Tahun 2022. Dan Memanggil Pemkab Labuhanbatu dan Instansi Terkait seperti Bupati dan Wakil Bupati.Aspirasi pengunjuk rasa dari gabungan mahasiswa dan aktifis yang tergabung dalam Cipayung Labuhanbatu tersebut diterima dengan baik oleh Komisi IV DPRD Kab. Labuhanbatu.Unjuk rasa berjalan dengan aman dan tertib dengan arahan dan pengamanan dari Personel Polres Labuhanbatu serta Satpol PP Kab. Labuhanbatu. (Abi)