MATATELINGA, Medan : Budi (50) hanya bisa gigit jari. Betapa tidak, warga Jalan Pertahanan Patumbak, Gg Saudara, Desa Patumbak II, Kecamatan Patumbak, mengaku menjadi korban perampokan.
Ia dirampok oleh sekelompok orang tak kenal (OTK) di kawasan tempat tinggalnya, para pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Beat berserta surat-surat dan barang - barang berharaga.
Ditemui di kediaman korban, Budi mengaku dirinya dirampok, Sabtu (27/8/2022) sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu, ia berniat pulang ke rumah usai bekerja di toko spearpart dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.
Namun nahas, saat ia hendak masuk ke Gang Saudara, ia disalip oleh sejumlah OTK. Disitu para pelaku langsung mengintimidasi korban seraya menodongkan sejenis senjata. Takut, korban pun lantas memilih untuk menuruti para pelaku. Detik berikutnya, pelaku pun kabur membawa sepeda motor korban.
"Seperti itulah, saya tidak terlalu tahu mereka ada berapa orang. Yang jelas lebih dari dua, senjatanya saya tidak terlalu melihat, yang jelas senjata,"kata Budi saat dibawa personel Polsek Patumbak melakukan Cek TKP.
[br]
Akan tetapi, lanjut dia, ia enggan membuat laporan ke Polsek Patumbak lantaran tidak ada waktu. Akan tetapi, ia memastikan jika sepeda motor yang dirampok sudah lunas dan bukan dalam masa tahap kredit.
"Kereta itu bersama BPKB dan STNK. Karena rencanya kreta saya mau saya gadai. Tapi tidak jadi malah kena rampok. Tapi saya malas buat LP, saya malas ribet,"sebut dia.
Budi juga mengatakan dirinya enggan melapor ke polisi dan sudah mengikhlaskan kejadian tersebut.
"Saya dipepet oleh pelaku. Karena panik, kereta saya langsung diambil mereka. Dan kejadian ini sudah saya ikhlaskan, " pungkas Budi.
Menanggapi itu, Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ridwan mengaku saat ini Polsek Patumbak masih melakukan penyelidikan.
"Kalau pelaku ada yang pakai senpi atau pakaian loreng itu tidak ada atau tidak benar.Namun, apakah ada atau tidak terjadi pencurian ranmor masih kita lakukan penyelidikan,"pungkasnya.(mtc)