Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Gawat, RSUD Dolok Sanggul Ogah Laporkan Jumlah Limbah Medis Infeksius ke Dislup Humbahas

Gawat, RSUD Dolok Sanggul Ogah Laporkan Jumlah Limbah Medis Infeksius ke Dislup Humbahas

- Kamis, 08 September 2022 20:32 WIB
Matatelinga.com
Tampak, botol infus bekas tercecer di sekitaran ruangan tempat penyimpanan sementara (TPS) Limbah B3. Foto dijepret, Selasa (6/9) pukul 08.32 diareal RSUD Dolok Sanggul.

MATATELINGA, Humbahas : Terkait pernyataan Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Heppy Suranta menyampaikan, bahwa jumlah pasien Covid 19 tahun 2021, sebanyak 409 orang. Diantaranya, rawat inap mencapai 278 orang, 131 orang pasien rawat jalan.

Ternyata, data tersebut tidak sampai ke Dinas Lingkungan Hidup soal berapa jumlah limbah medis infeksius dari penanganan medis Covid 19.

" Ngak ada sampai sama kami lae," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Lingkungan Hidup Halomoan Manullang singkat melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (8/9).

Sebelumnya, Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Heppi Suranta Depari melakukan klarifikasi terkait pemberitaan ada dugaan pencucian uang jasa medis Covid 19.

Dari klarifikasi itu, melalui suratnya yang disampaikan Kominfo lewat media sosial Facebook akun milik Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan pada 28 April 2022 lalu, ada empat poin disampaikan.

Dari empat poin, diantaranya tentang jumlah pasien Covid 19 tahun 2021.

[br]

Heppy menjelaskan, bahwa jumlah pasien Covid-19 yang dilayani di RSUD Dolok Sanggul tahun 2021 yang diusulkan penggantian dana pelayanan Covid-19 ke Kementerian Kesehatan berjumlah 409 orang dengan rincian 278 orang pasien rawat inap dan 131 orang pasien rawat jalan.

Disamping, jumlah limbah medis infeksius tahun 2021, Dislup Humbahas juga tidak menerima data tahun 2022. Apakah terjadi lonjakan jumlah medis infeksius atau tidak dari penanganan medis Covid 19. " Ngak ada lae," ujarnya singkat.

Disinggung, apakah memang mereka tidak ada melaporkan atau Dislup tidak meminta, Halomoan lagi-lagi menjawab tidak dilaporkan. " Ngak ada laporan sampai ke kita," cetusnya.

Sementara, Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Heppy Suranta Depari ketika dikonfirmasi soal limbah infeksius dalam penanganan medis, hingga berita ini diturunkan tidak mau menjawab.

Hal serupa juga diakui oleh, Plt Kepala Dinas Kominfo Janter Sinaga. Dia mengaku, bahwa konfirmasi awak media ini yang diteruskan ke dr Heppy, juga belum dibalas. " Belum ada, tks," singkat Janter menjawab via WhatsApp.

Perlu diketahui, limbah infeksius adalah limbah terkontaminasi organisme pathogen dalam jumlah dan virulensi uang cukup untuk menularkan penyakit pada manusia rentan.

Limbah infeksius ini merupakan limbah medis yang tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Adapun limbah infeksius tersebut berupa masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman. Alat suntik bekas, set infus bekas, bekas alat pelindung diri (APD), hingga sisa makanan pasien.

Berbagai limbah tersebut juga terdapat dari orang dalam pemantauan (ODP) yang menjalani karantina mandiri di rumah.(dedy)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Berita Sumut

Semarak Syukuran HUT ke-14 matatelinga.com dan Peresmian Kantor Advokat Amrizal SH MH

Berita Sumut

Hore.....Harga Emas Turun ke Angka Rp2.104.000 dari Harga Rp2.105.000 per gram

Berita Sumut

GPKN Tagih Kepastian Penanganan Limbah Medis Ilegal di Kotanopan, Kejari Madina Masih Puldata

Berita Sumut

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Di Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Ini Langkah Kejaksaan

Berita Sumut

Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Panen Jagung Hibrida di Lahan Binaan Lanud Seluas 53 Hektar, Dukung Ketahanan Pangan Nasional