MATATELINGA, Humbahas:Mantan Direktur RSUD Dolok Sanggul , dr Netty Simanjuntak mengaku dr Heppy Suranta Depari sebagai penggantinya, disenyalir belum pernah mengikuti pelatihan perumahsakitan.Itu disampaikan Netty saat dihubungi melalui via telepon, Kamis (8/9/2022) kemarin sore saat disinggung soal tersebut.Menurut Netty, itu dikarenakan Heppy yang sebelumnya menjabat Kepala Tata Usaha bukan karena bidangnya untuk mengikuti." Tentang rumah sakit egaklah, sesuai dengan bidangnya lah , dia bidang keuangan, dia kan membawahi bidang TU , biasannya kesana sesuai bidangnya," lanjut Netty.Malah, tambah Netty, Heppy hanya mengikuti pelatihan managemen sesuai bidangnya." Kalau managemen ada, tapi lebihnya yang dibawahinya bidang tata usaha dan keuangan biasanya itu ada beberapa ya, yang saya tahu dia ikuti," sebut Netty.Lagi-lagi, Netty menyebut , Heppy secara khusus belum pernah mengikuti pelatihan kerumahsakitan. Dan hanya mengikuti sesuai bidangnya soal managemen keuangan rumah sakit.[br]Ia memisalkan, keuangan BLUD. " Misal BLUD, ada kayaknya dia berapa kali mengikuti. Tetapi kalau untuk pelayanan , karena memang dia bukan bidang pelayanan , dia egak ada disana ," ujarnya.Disamping soal pelatihan perumahsakitan, Netty juga mengakui Heppy dalam angka kreditnya dibawah 80." Kayaknya belum ada sampai kesana," ujar Netty ketika disinggung taksiran berapa angka kredit Heppy.Netty, sebelumnya tidak mengingat berapa angka kredit Heppy selama Netty menjabat. Ia lupa dikarenakan, sebanyak 400 orang yang bekerja di rumah sakit tersebut." Egak ingat saya, 400 anggota saya, egak ingat," katanya.Sebelumnya, dr Heppy Suranta Depari yang menggantikan dr Netty Simanjuntak sebagai Direktur RSUD Dolok Sanggul mengaku tidak tahu dasar pengangkatannya." Saya kurang tahu Pak," ucap Heppy membalas melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (31/8).[br]Malah, menurut Heppy , pengangkatan dirinya menjadi Direktur RSUD Dolok Sanggul yang menggantikan dr Netty Simanjuntak karena Bupati." Karena yang mengangkat itu kan Bupati," sambung Heppy.Disinggung, soal apakah telah mengikuti pelatihan perumahsakitan meliputi, kepemimpinan, kewirausahaan, rencana strategis bisnis, rencana aksistrategis, rencana implementasi dan rencana tahunan, tatakelola rumah sakit, standar pelayanan minimal, sistem akuntabilitas, sistem remunerasi rumah Sakit, pengelolaan sumber daya manusia.Heppy justru mengatakan, bimtek PPK BLUD. " Saya juga sudah mengikuti bimtek-bimtek terkait PPK BLUD," ucapnya.Menurut dia, bimtek dengan pelatihan perumahsakitan itu sama dengan materinya. Mulai, tentang rencana bisnis trategi, dan rencana bisnis anggaran, dan lain.Dari bimtek itu tadi, kata dia, bersertifikat sebagai penyelenggaranya Arshada di Solo." Hampir sama, materinya tentang rencana bisnis trategi, rencana bisnis anggaran, dll," ujarnya.Ditanya nomor sertifikatnya, Heppy enggan menjelaskan. " Maaf Pak itu privasi saya, dan saya akan berikan bila ada keperluan dari instansi pemerintah yang memintanya," kilahnya.Kembali ketika ditanya soal Diklat PIM III, Heppy mengaku sudah. " Sudah Pak, sekarang namanya bukan PIM III lagi ya Pak, tapi Diklat Pelatihan Kepemimpinan Adminstrator (PKA)," katanya.Saat itu, kata dia, ia mengikuti tahun 2021 lalu yang diselenggarakan oleh BPSDM Pemprovsu. " Sertifikat ada Pak," katanya.Sayangnya, ketika ditanya apakah sebelum diangkat sebagai Direktur RSUD Dolok Sanggul, ada melampirkan sertifikat PKA, dan angka kredit, Heppy enggan menjawab.