MATATELINGA, T.Tinggi : Iring-iringan kesenian tradisional seperti barongsai dan Reok bersatu padu dalam rangka Ulang Tahun Dewa Seng Ong Kong atau Dewa Pelindung masyarakat yang setiap tahunnya diperingati umat Budha Kota Tebing Tinggi.
Dimana patung Dewa tersebut ditandu oleh oleh enam orang secara bergantian dengan cara mengarak berkeliling kota Tebing Tinggi.
Tradisi mengarak patung Dewa Seng Ong Kong tersebut bertepatan pula dengan Ulang Tahunnya komunitas Onthel Kota Tebing Tinggi yang tergabung dalam wadah Pendayung Sepeda Antik Tebing Tinggi (PEDATI) yang ke XII tahun.
Acara yang di lepas oleh Pj. Walikota Tebingtinggi, M.Dimiyathi dan kapolres Tebingtinggi, AKBP.M.Kunto Wibisono, SIK yang di mulai di Jalan Senangin Kota Tebingtinggi sebagai lokasi start dan berahdir di Vihara Avalokitespara hong Sanses Tample jalan Tengku hasyim Kota Tebingtinggi pada Sabtu pagi (17/09).
Sebelum di lepasnya arak-arakan patung Dewa Seng Ong Kong keliling Kota Tebingtinggi diikuti ratusan pencinta sepeda ontel, barongsai dan Reok, Grub jaran Kepang serta pejalan kaki yang mengenakan pakain tadisi Nusantara dan Cina, Pj. Walikota Tebingtinggi juga memberikan sambutan.
[br]
Dimana dalam sambutannya tersebut, PJ. Walikota Tebingtinggi M.Dimiyathi mengimbau agar umat Budha dan agama lainnya yang ada di Kota Tebingtinggi untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama yang telah terjalin dengan baik di kota Tebingtinggi.
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan masyarakatnya terdiri dari berbagai suku yang telah lama hidup berdampingan, saya berharap kiranya kerukunan umat beragama ini tetap terjaga selama di Kota yang kita cintai ini,” jelas Dimiyati.
Sementara itu Ketua Panitia kegiatan, Lina Aling mengatakan kalau kegiatan Pawai Patung Dewa Seng Ong Kong dalam rangka Perayaan Ulang Tahun Dewa Seng Ong Kong yang merupakan Dewa Pelindung Masyarakat umat Budha dan sudah 3 tidak di rayakan mengingat masih dalam Pandemi Covid-19.
Selama masa pandemi covid 19, kegiatan ulang tahun dewa Seng Ong Kong tidak kita lakukan, karena kegiatan ini harus melibatkan banyak orang,” jelas Lina Aling.
Sementara itu Suhu Darma Surya selaku pimpian Vihara Avalokitespara Hong Sanse Tample berharap dengan perayaan ulang tahun Dewa Seng Ong Kong atau Pelindung Masyarakat, nantinya masyarakat Indonesia kuhususnya kota Tebingtinggi bisa kembali makmur dan di jauhkan dari segala marabaya dan di jauhkan dari perpecahan, sehingga masyarakat gampang mencari makan, dan ekonomi bisa kembali bangkit.
“Kita berharap semoga masyarakat kota Tebingtinggi kehidupanya bisa makmur, gampang mencari rezeki dan di jauhkan dari segala marabahaya dan perpecahan umat, jadi kita gampang mencari makan,” jelas Suhu darma Surya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres TebingTinggi AKBP Moch. Kunto Wibisono, SH, S.IK, M.Si, Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Basyaruddin Nasution, SH, MH, Wakil ketua DPRD Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, SE, Anggota DPRD Kota Tebingtinggi Muliadi, Camat Padang Hulu yang di wakili Sekcam pafang Hulu, Camat Hilir Ramadhan Barqah Pulungan, S.IP, M.Si, Ketua FKUB Kota Tebingtinggi, Abu Hasyim Siregar, SH, Komunitas Ontel Se Sumut yang sengaja datang dalam acara tahunan tersebut.
Kegiatan ulang tahun Dewa Seng Ong Kong juga di lanjutkan dengan pembagian sembako berupa beras untuk 4 masjid yang ada di Kota Tebingtinggi.(bas).
START:Pj. Ewalikota Tebingtinggi saat melepas bendera start arak-arakan patung dewa seng ong kong yang diikuti Komunitas Ontel Se-Sumut, tim barongsai, tim reok, dan jarang kepang untuk keliling kota Tebingtinggi.(mtc/istimewa)
Suhu Darma Surya selaku pimpian Vihara Avalokitespara Hong Sanse Tample berharap dengan perayaan ulang tahun Dewa Seng Ong Kong atau Pelindung Masyarakat, nantinya masyarakat Indonesia kuhususnya kota Tebingtinggi bisa kembali makmur dan di jauhkan dari segala marabaya dan di jauhkan dari perpecahan, sehingga masyarakat gampang mencari makan, dan ekonomi bisa kembali bangkit.
patung dewa,seng ong kong, Komunitas Ontel Se-Sumut, tim barongsai, tim reok, jarang kepang , matatelinga.com,