Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Seratusan Nelayan Mengeluh Ada Proyek Pengeboran Minyak

Seratusan Nelayan Mengeluh Ada Proyek Pengeboran Minyak

Rompas - Kamis, 29 September 2022 23:05 WIB
Matatelinga.com
Para nelayan Belawan dan Deli Sedang yang mengeluhkan hasil tangkapan mereka
MATATELINGA, Belawan: Seratusan nelayan skala kecil asal Belawan dan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang dan yang sehari-harinya mencari nafkah di perairan Sungai Paluh Kurau, Hamparan Perak mengeluhkan proyek pengeboran minyak Pertamina di Paluh Kurau.

Masalahnya akibat pengerjaan proyek tersebut perekonomian kalangan nelayan skala kecil terganggu, penghasilan mereka jauh berkurang, karena areal tempat mereka untuk mendapatkan kepiting maupun ikan dengan menggunakan alat tangkap ambai pancang, ambai apung dan bubu serta alat tangkap lainnya akhir akhir menjadi lintasan kapal tonkang pengangkut berbagai peralatan proyek pengeboran minyak.

Selain itu, sejumlah kapal proyek yang digunakan untuk patroli di sekitar proyek maupun digunakan sebagai transportasi untuk para pekerja juga sering melintas pada areal tangkap nelayan, sehingga menimbulkan gelombang yang mengakibatkan proses penangkap kepiting serta berbagai jenis ikan tidak berjalan lancar.

Proyek pengeboran minyak yang dilakukan Pertamina sudah berlangsung beberapa bulan lalu, namun hingga saat ini belum ada bantuan untuk nelayan, kegiatan mereka sangat mengganggu pendapatan nelayan.

[br]

Sebelum ada proyek ini, kami nelayan dari Hamparan Perak, Belawan dan Marelan, bisa berpenghasilan seratus hingga dua ratus ribu setiap harinya, tetapi sekarang jauh berkurang, ujar Tohir didampingi nelayan lainnya kepada wartawan di perairan Sungai Paluh Kurau, Kamis (29/09/2022).

Kalangan nelayan juga mengatakan, ketika kapal tongkang maupun kapal lainnya keluar masuk ke areal pengeboran minyak banyak sampah yang berada di dasar sungai naik kepermukaan dan sebagian masuk ke jaring maupun bubu para nelayan.

Saat kapal melintas, jaring maupun bubu dipenuhi sampah, bukan ikan, beberapa waktu lalu jaring nelayan juga pernah ditabrak kapal, memang ada diberikan uang pengganti kerusakan tetapi tidak sesuai,lanjut Tohir.

Menurut kalangan nelayan skala kecil yang mencari nafkah dari pagi hingga malam hari di sekitar Sungai Paluh Kurau yang saat ini dimanfaatkan sebagai lokasi pengeboran minyak, pihak pemborong atau Pertamina hendaknya membantu para nelayan yang terdampak langsung atas kegiatan proyek tersebut.

[br]

Sementara itu, pemerhati nelayan di kawasan utara Kota Medan, Rahman Gafiqi mengatakan, perusahaan pengeboran minyak maupun Pertamina diharapkan memberikan kompensasi kepada para nelayan skala kecil yang terdampak langsung atas berjalannya proyek pengeboran minyak yang berlokasi di sekitar areal tangkapan ikan nelayan tersebut.

Ada indikasi nelayan akan melakukan aksi unjuk rasa, karena proyek pengeboran minyak sudah berlangsung lama, namun hingga saat ini belum ada kompensasi, padahal akibat proyek tersebut, hasil tangkapan atau penghasilan nelayan jauh berkurang,ujar Rahman Gafiqi.

Ia juga mengatakan, jika pihak perusahaan atau Pertamina bersedia menyalurkan bantuan kepada nelayan, hendaknya diberikan kepada yang benar-benar berhak menerima.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

URC Jatanras Polda Sumut Gerebek Markas Begal di Belawan, 3 Ditembak

Berita Sumut

Zakiyuddin Harahap Tegaskan Pemko Medan Siap Benahi Belawan dan Minta Dukungan Komunitas

Berita Sumut

Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku Curanmor di Martubung

Berita Sumut

Imigrasi Belawan Jemput Bola, Layani Pembuatan dan Pergantian Paspor di RS Advent Medan

Berita Sumut

Dankodaeral I dan Bupati Aceh Tamiang Memperkuat Sinergi, Untuk Masyarakat

Berita Sumut

Gerebek Markas Narkoba, Petugas Diserang Batu dan Panah di Belawan