Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Konflik Petani Berebut Lahan di Binjai, Oknum Intelektual Diduga Jadi Provokator

Konflik Petani Berebut Lahan di Binjai, Oknum Intelektual Diduga Jadi Provokator

- Kamis, 06 Oktober 2022 06:46 WIB
Matatelinga.com
Unsur Forkopimda Berada di Lokasi Konflik.//dokumen mtc.com.

MATATELINGA, Binjai : Terjadinya kisruh para petani akibat berebut lahan di Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, menimbulkan sejumlah pertanyaan.

Pasalnya, selama puluhan tahun, masyarakat yang tergabung dalam kelompok 'Mekar Jaya' telah terlebih dahulu menguasai lahan seluas puluhan hektar itu. Namun sejak bulan Maret 2022 lalu, kelompok masyarakat yang menamakan dirinya 'Guldah Persada' berupaya untuk merebut lahan tersebut.

Sontak hal itu menimbulkan reaksi perlawanan dari penguasa sebelumnya, sehingga gesekan tidak terhindarkan.

Prilaku kriminalisasi kerap terjadi, pembakaran rumah, penembakan, serta bentuk pelanggaran hukum lainnya.

Dengan adanya konflik yang berkesinambungan itu, situasi di Kota Binjai terkhusus Kecamatan Binjai Selatan menjadi tidak kondusif.

Ketua kelompok tani Mekar Jaya, Abdin Zaini Sembiring, mendesak supaya pemerintah dapat mengambil sikap menentukan siapa yang berhak menduduki lokasi persawahan tersebut.

Pria yang juga menjabat sebagai pucuk pimpinan organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai ini juga mendesak Aparat mampu mengusut tuntas insiden kriminal yang terjadi pasca konflik.

"Sudah enam bulan, memang sengaja dibiarkan rakyat bergontok-gontokan atau ada sesuatu. Pemerintah harus kesampingkan kepentingan pribadi dalam menyikapi persoalan petani di Binjai Selatan ini. Begitupun dengan aparat, tegakkan hukum bagi para pelaku kejahatan," ujarnya.

[br]

Sementara, Sekretaris Forum Rakyat Bersatu (FRB) Provinsi Sumatera Utara, Joni Siregar, mengatakan bahwa indikator konflik antar kelompok tani di Kecamatan Binjai Selatan dipicu provokasi dari kaum intelektual.

Kelompok tani Guldah Persada disinyalir hanya digunakan sebagai alat injakan demi menguasai lahan yang belum terhitung berapa luasnya itu.

"Memang dikonflik ini ada kepentingan dari segelintir orang, ataupun diduga yang menjadi provokator. Berbagai cara dilakukan oleh mereka (provokator-red) agar lahan yang dikelola masyarakat berhasil direbut," kata Joni, Rabu (5/10).

Berdasarkan informasi yang berkembang, kaum intelektual yang menjadi provokator telah memberikan iming-iming kepada kelompok tani 'Gulda Persada' guna memicu semangat merebut lahan dari tangan petani sebelumnya.

Diantaranya, akan memberikan setengah bagian dari lahan yang berhasil direbut kepada poktan Gulda Persada. Selain itu para petani juga dijanjikan mendapat bantuan bibit tanaman dan pupuk dari sang provokator.

Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satupun perwakilan dari kelompok Bagulda Persada yang dapat dikonfirmasi.(dyka.p)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Bupati Humbahas: Pendidikan Perlindungan Kekayaan Intelektual Sangat Penting

Berita Sumut

Forum Batak Intelektual Berani Tampil Beda Pada Anniversary ke-3 Tahun

Berita Sumut

Konflik Lahan di Tunggurono, PTPN 2 Sebut Oknum Ketua Partai Buruh Abaikan Kesepakatan

Berita Sumut

Tandatangani MoU Pelayanan Kekayaan Intelektual, Bobby Nasution Ajak Pelaku UMKM Segera Daftarkan HKI

Berita Sumut

Korban Penembakan Minta Polres Binjai Tangkap Pelaku

Berita Sumut

38 Siswa Lulus Perguruan Tinggi, SMA Negeri 7 Medan Ternyata Banyak Lahirkan Generasi Yang Berintelektual