MATATELINGA. Pematangsiantar :Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar menggelar Rapat Koordinasi Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahun Anggaran 2022 bersama Unsur Forkopimda. Bertempat diruang Data Setdako Pematang Siantar, Rapat dibuka Walikota dr Susanti Dewayani SpA, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Utari Siregar AP, Jumat pagi, (7/10/2022) sekira pukul 09.00 WIB.
Kadinsos P3A Kota Pematang Siantar Pariaman Silaen SH melaporkan, Pelaksanaan Penyaluran BLT Subsidi BBM berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 134/PMK.07/2022, tentang Belanja Wajib dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun Anggaran 2022.
Pariaman menjelaskan, bahwa sumber Anggaran Bantuan Sosial, berasal dari Dana Transfer Umum (DTU) berupa Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID).
Sementara itu, lanjut Kadinsos, data calon penerima BLT Subsidi BBM itu, melalui hasil verifikasi dan validasi dari Kelurahan, Kecamatan, dan Dinas Sosial P3A Kota Pematang Siantar, dengan jumlah total keseluruhan penerima, sebanyak, 19.121 KK.
Sesuai hasil rekapitulasi, sambungnya, jumlah penerima BLT Subsidi BBM per-kecamatan, seperti di Siantar Utara, 4.522 KK, Siantar Marimbun, 984 KK, Siantar Marihat, 1.685 KK, dan Siantar Selatan, 1.480 KK. Selanjutnya, Siantar Sitalasari, 1.458 KK, Siantar Barat, 2.888 KK, Siantar Timur 3.163 KK, dan Siantar Martoba, 2.936 KK. Sehingga, jumlah total penerima BLT Subsidi BBM Kota Pematangsiantar sebanyak, 19 121 KK.
[br]
"Penerima BLT Subsidi BBM Kota Pematangsiantar sebanyak, 19.121 KK, " ungkapnya.
Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA melalui Sekda Budi Utari Siregar dalam pesan tertulisnya, bahwa untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi daerah, perlu memberikan bantuan sosial bagi masyarakat, yang rentan terhadap dampak inflasi.
Sekda Budi Utari melanjutkan, jika untuk bansos, Pemko Siantar menggunakan sebahagian dari Dana Insentif Daerah (DID).
"Tahun ini, kita mendapatkan DID, sebagian peruntukannya diberikan untuk bansos," terangnya.
Oleh Sekda, Penyaluran BLT Subsidi BBM dilakukan sebanyak dua tahap, dengan target sasaran, warga terdampak inflasi akibat kenaikan harga BBM sejak tanggal, 03 September 2022 lalu. Hal itu, sesuai Peraturan Menteri Keuangan, bahwa penerima BLT BBM adalah masyarakat pengemudi ojek online (ojol), pelaku UMKM, nelayan, penciptaan lapangan kerja, dan pemberian subsidi sektor transportasi angkutan umum di daerah.
Penyaluran BLT Subsidi BBM ini, Walikota perempuan pertama itu berharap kepada para lurah, camat, dan Dinsos, agar serius dan teliti dalam melakukan verifikasi dan validasi data terhadap seluruh warga calon penerima BLT Subsidi BBM. Sehingga, tidak terdapat data ganda maupun tumpang tindih dengan data penerima BLT BBM yang telah disalurkan Kementerian Sosial melalui Kantor Pos yang berjalan saat ini.
Ia juga meminta bantuan kerja sama dari pihak Bank Sumut Cabang Pematang Siantar, agar berperan serta dalam menyalurkan BLT Subsidi BBM supaya dapat berjalan lancar. Selanjutnya, kepada unsur Forkopimda, pemko berharap dukungan serta turut melakukan monitoring sesuai jadwal yang akan disampaikan.
Secara khusus, Walikota meminta kepada Kajari Siantar, agar dapat melakukan pendampingan hukum penyaluran BLT Subsidi BBM Tahun Anggaran 2022, agar berjalan dengan baik dan tak luput dari pengawasan penegak hukum. "Kiranya, program ini berdampak selaras dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, demi terwujudnya Siantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas,” ujarnya.
Selanjutnya, sesi diskusi dipimpin Asisten II Pemko Siantar, Zainal Siahaan SE MM, hadir mewakili Dandim 0207/Simalungun, mewakili Kapolres Pematang Siantar, mewakili Kajari Pematangsiantar, pimpinan Bank Sumut Cabang Pematang Siantar, para Pimpinan OPD Pemko Pematang Siantar, para camat, serta relawan Kota Pematang Siantar. sip