Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kisah Istri Disiksa Suami Hingga Lumpuh Selain Disiksa, Diperas Lalu Ditelantarkan

Kisah Istri Disiksa Suami Hingga Lumpuh Selain Disiksa, Diperas Lalu Ditelantarkan

Admin - Selasa, 19 Agustus 2014 20:55 WIB
Hendra
Keluarga Membuat Laporan ke Polres Binjai
Matatelinga - Binjai, Terus berupaya mendapatkan keadilan dan memperjuangkan nasib anaknya Dani Mulya (32), yang diteklantarkan sang suami Sopian Suherman (38) warga Tandem Pasar VI, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, usai diperas dan disiksa hingga lumpuh.Pasutri asal Sumur Bor, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sugiah (50) dan Tukiman (55) didampingi anggota P2TP2A Kabupaten Langkat, mendatangi Polres Binjai, Selasa (19/8/2014).Dengan langkah tertatih-tatih sembari membopong Dani, yang kini lupuh karena terus mendapatkan penyiksaan dari Sopian, selama pernikahan yang berjalan dua tahun itu. Pasutri ini memasuki ruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT-red).Beberapa personil kepolisian disana langsung iba dan terharu mendengarkan pengakuan Dani dan kedua orang tuanya. Bahkan, Dani, yang dulunya ceria, kini tanpak murung (trauma-red) dan hanya mampu berbicara terbatah-batah akibat penyiksaan yang dialaminya.     Diakui pasutri Sugiah (50) dan Tukiman (55) yang didampingi anggota P2TP2A Kabupaten Langkat. Sebelumnya mereka sempat melaporkan peristiwa penyiksaan yang dialami Dani, ke pihak kepolisian Polres Langkat. Namun, mereka (polisi-red) menolak laporan dengan alasan kalau kejadian diwilayah hukum lain (Tandam Binjai-red) dan tak ada saksi."Memangnya, Polisi Republik Indonesia (Polri-red) di Indonesia ini beda-beda ya pak? Kenapa laporan kami di tolak di Polres Langkat, dengan alasan bukan wilayah hukum mereka?," lirih pasutri Sugiah dan Tukiman, ketika berada di ruang tunggu SPKT Polre Binjai.  "Lalu mereka (Polres Langkat-red) mengatakan tidak ada saksi. Masak kami yang harus menyediakan saksi. Kami inikan korban, orang yang teraniaya. Kalau kami lagi disuruh mencari saksi, kami harus bagaimana ini?," timpal mereka.Dengan terbatah-batah Dani dan kedua orang tuanya kebali mengenang kejadian pahit yang diderita. Dimana penyiksaan itu dilakukan sejak pernikahan mereka selama dua tahun lalu. Saat itu, Dani yang berstatus janda beranak tiga kembali menambatkan hati kepada Sopian, duda beranak dua.Merekapun menjalin hubungan ke pernikahan dan selama pernikahan ketiga anak Dani, tinggal bersama neneknya di Sumur Bor, Kecamatan Padang Tualang. Sementara, Dani, tinggal bersama sang suami Sopian, di Tandem Pasar VI, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.Bukanya mendapatkan kasih sayang Dani, malah terus-terus mendapatkan penagniayaan dari suami yang kerjanya hanya lontang-lantung. "Kerja dia juga gak jelas, katanya sih menjadi supir. Sementara Dani, kerja berjualan sayur," terang pasutri ini.    Dani, yang terus mendapatkan penyiksaan enggan bercerita kepada siapapun. Termaksud kedua orang tua kandungnya hingga pernikahan mereka berjalan selama setengah tahun. Nah, waktu terus berlalu dan akhirnya Sopian, mengajak Dani pergi merantau ke Kalimantan, dengan alasan kalau Sopian mendapatkan kerja sebagai supir di Kalimantan.Disaat itupula Dani, dimita untuk mencari modal guna bekal mereka pergi. Hingga akhirnya, kereta kedua orang tuanya dijual. Dengan modal yang diapat Dani, senilai 15 juta rupiah minta dari orang tuanya,. Mereka meninggalkan Kota Binjai. "Aku sampai-sampai jual kereta dan pinjam sama tetangga untuk mereka pergi," jelas mereka.Sayangnya, meski kerap menghubungi anaknya. Namun, pasutri yang memiliki emapt orang anak dan Dani, merupakan anak pertama ini tidak pernah mendapatkan kabar. Hingga dua tahun berlalu, mereka mendapatkan kabar kalau Dani, kecelakaan dan lumpuh.Dari kejadian itu, Sopian, juga meminta agar mertuanya mengirimkan uang 5 juta untuk bekal mereka pulang ke kampung halaman. Ternyata sesampainya di kampung halaman. Dani, sudah tidak bisa berjalan dan secaa perlahan diakui Dani, kalau selama diperantauan dia kerap dipukul dengan menggunakan balok.Tanganya dipelintir hingga terkilir dan punggungnya tepat diatas anus berlobang hingga membuatnya lumpuh. Usai mendengar peryataan itu, pihak kepolisian Polres Binjai, mendapatkan laporan meminta kedua orang tuanya membuat visum. Kini kasus ini masih ditangani pihak SPKT Polres Binjai."Ini kami masih buat visum. Kasus ini kini juga tengah ditangani pihak kepolisian Polres Binjai," terang kedua orang tuanya berharap keadilan itu akan datang dan pelaku dapat diamankan dan mendaopatan ganjaran setimpal.(Mt/Hendra)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Keluhan Puluhan Pedagang Lapak di Gusur Pemkot Binjai, Diapresiasi Wakil Ketua DPRD Binjai.

Berita Sumut

Enam Pelaku Pengedar Narkoba diringkus Polres Binjai

Berita Sumut

Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Sumut dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Jalan Tol Medan - Binjai

Berita Sumut

Polres Binjai Gerebek Desa Perhiasan, Cari Apa...?

Berita Sumut

Wali Kota Binjai Enggan Temui Pendemo, di Depan Balai Kota

Berita Sumut

Polres Binjai Tangkap Pelaku Penganiayaan