MATATELINGA, Medan : Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumatera Utara mengapresiasi langkah signifikan Gubernur Sumut dengan melakukan rapat koordinasi perihal kasus gangguan ginjal akut pada anak.Berdasarkan data yang diperoleh, total kasus per tanggal 13 Oktober 2022 sebanyak 14 kasus."Dari total 14 orang yang mengidap penyakit itu, 9 diantaranya meninggal dunia. Maka dapat disimpulkan 60% meninggal dari total kasus, kita sangat prihatin," ujar Bendahara Fraksi PKS Sumut, Hendro Susanto. Senin (24/10/2022).
Baca Juga:Personil polsek Percut sei tuan Gelar Pam Unras di Kantor BPOMDari hasil penyelidikan epidemiologi, kasus gangguan ginjal akut terbanyak menyerang anak usia 1-5 tahun.
Untuk itu politisi Partai besutan Ahmad Syaiku tersebut meminta pihak terkait melakukan upaya signifikan, antara lain :1. Membuat surat kewaspadaan terhadap penyakit GGAPA ke dinas Kabupaten/Kota, Rumah Sakait, Labkesda, KKP dan BTKL se Sumut .2. Memberhentikan edaran obat syrup sebagaimana himbauan Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Anak, daan BPOM RI.3. Mengawasi produsen obat syrup secara ketat dan transparan.4. Meminta Gubernur Sumut membuat surat kewajiban melakukan PE dan pelaporan kasus kepada Dinas Kesehatan, se Kabupaten/Kota, termasuk RS pemerintah dan RS swasta.5. Lakukan operasi market ke apotek dan toko obat .[br]Selanjutnya, Hendro juga meminta agar obat cair/Syrup yang dianggap mengandung zat berbahaya pemicu GGAPA, maka pihak terkait dihimbau segera mengambil langkah cepat merecall produk tersebut."Jika terbukti salah satu produk obat syrup ada zat berbahaya, maka harus ada mandatori recall dari BPOM untuk menarik obat itu dari pasaran," tegas Hendro. (Mtc/dyk.p)