MATATELINGA, Asahan : Rotasi dan mutasi sejumlah pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Asahan terus bergulir, seperti halnya yang dilaksanakan bupati terhadap 29 orang pejabat administrasi,36 orang pejabat pengawas dan 19 orang kapuskesmas yang diambil sumpahnya setelah menjalani rotasi jabatan, Selasa (01/11/2022) di aula Melati kantor Bupati Asahan.Bupati Asahan H.Surya dalam keterangannya mengatakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor 112-BKPSDM-Tahun 2022 tentang Pemberhentian, Pemindahan dan Pengangkatan Pengawai Negeri Sipil dari dan dalam Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan.Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor 112.1-BKPSDM-Tahun 2022 tentang Pemberhentian, Pemindahan dan Pengangkatan Pengawai Negeri Sipil yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat di Lingkungan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Asahan.Dalam rotasi dan mutasi jabatan ini diharapkan beberapa Camat yang baru dilantik dan Camat yang mengalami mutasi agar segera beradaptasi dengan selalu memperhatikan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi saudara selaku Camat dan jangan banyak mengeluh, ujarnya.[br]Bupati Asahan H.Surya juga berpesan selaku stake holder dan selaku pimpinan di masing masing satfungnya hendaknya dapat dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan baik secara pribadi dilingkungan tempat tinggalnya, kantor maupun lingkungan tugas melalui kegiatan gotong royong, hal ini harus menjadi perhatian seruis bagi para Camat mengingat saat ini adalah musim penghujan, dimana potensi banjir sangat besar.Selain itu bupati juga mengatakan jabatan sekretaris perangkat daerah yang juga merupakan Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada perangkat daerah Diharapkan dapat menyajikan keterbukaan informasi publik dengan berpedoman pada daftar informasi publik yang sudah diatur dalam Perundang-Undangan yang berlaku, dan kepada Kepala Puskesmas diharapkan agar pejabat yang baru dilantik tersebut agar segera melakukan inovasi untuk mengejar target penurunan kasus stanting.Segera melakukan monitoring perihal kewaspadaan terhadap gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak yang saat ini tengah merebak, pungkasnya (dieks)