MATATELINGA, Karo : Setelah petani cabe yang mengeluhkan soal harga jual saat ini anjlok, seharga Rp13.000/Kg ditingkat petani, kini para petani tomat juga mengalami nasib tersebut.Bayangkan, para petani tomat di Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara saat ini menjual tomat ditingkat petani hanya seharga Rp1000/Kg.Sontak membuat para petani dipastikan akan merugi. Jangankan mendapatkan untung dari hasil panen, untuk menutupi biaya perawatan saja tidak cukup.
Baca Juga:Curi Brondolan Sawit untuk Makan, Kejari Langkat Hentikan Penuntutan 2 Perkara Dengan RJInformasi ini dihimpun wartawan Senin (01/11/2022) dari seorang petani tomat di Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Rian Ginting (38), mengungkapkan, sebelumnya harga jual tomat ditingkat petani di Kabupaten Karo memang sudah anjlok, berkisar Rp 3500/Kg.Namun saat ini, lanjutnya, harga tersebut berubah, dari Rp2500/Kg menjadi Rp 1000/Kg. Dengan harga jual tomat seharga Rp1000/Kg dipastikan tidak mendapat untung. Karena harga tersebut sangat murah.Akan terapi, harga tersebut berbeda dengan harga di pasaran yaitu Rp 2500/Kg sampai Rp 3000/Kg."Biaya perawatan atau modal saja tidak akan kembali Bang. Selain harus disemprot dengan obat anti hama tanaman, tomat ini juga harus dipupuk," ungkap Rian Ginting.Toh, melihat kondisi ini sejumlah masyarakat Kabupaten Karo ikut prihatin.[br]Seperti yang diungkapkan petani Desa Semangat, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo yang bernamaM Sembiring kepada wartawan .Ia sangat priharin dengan kondisi tersebut. Menurutnya dengan harga tersebut petani dinilai akan merugi. "Harga tomat Rp1000 perkilogram. Beli Rp 5.000 saya dikasih satu ember besar. Jika seperti ini, jangankan untung, rasa capek juga tidak bisa terbayar," kata Sembiring.Ia juga berharap pemerintah dapat menjaga kesetabilan harga sayur di Kabupaten Karo agar petani sayur supaya tidak merugi saat musim panen tiba."Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karo yang bisa mengatasi. Jika harga sayur sedang anjlok seperti ini. Karena jika tidak maka akan ada terus petani yang merugi," jelas warga Desa Semangat ini. (Surbakti)