MATATELINGA, Aekkanopan : Ribuan warga terdampak banjir didua kelurahan Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, yang terjadi sejak Rabu (2/11/2022) malam, akibat meluapnya Sungai Aekkanopan (bukan Sungai Kualuh, seperti berita kemarin, red), Jumat (4/11/2022) pagi ini, secara berangsur-angsur sebagian diantaranya, sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Warga pun, sudah mulai membersihkanrumah dan perabotan, yang sempat terendam air. Selain itu, mereka juga sudah mulai beraktifitas seperti biasa.
Camat Kualuh Hulu,Panji Tri Asmara SSTP, yang dihubungimatatelinga.com, Jumat (4/11/2022) pagi membenarkan, sebagian warganya sempat mengungsi, akibat terdampak banjir.
Melalui pesan singkat diaplikasi whatsapp Panji menjelaskan, ada sebagian warganya yang mengungsi ditenda-tenda pengungsian, dan rumah keluarga terdekat.
Namun kondisi banjir pagi ini disebutkannya, sudah surut. "Sudah surut bang", tulisnya singkat di telepon selular.
Sebelumnya, mengutip keterangan Kepala Dinas Komunukasi dan Informatika Labuhanbatu Utara, drs Sugeng menyebutkan, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah korban terdampak banjir di Kelurahan Aekkanopan dan Aekksnopan Timur tercatat sebanyak308 kepala keluarga atau 600 jiwa.
Sementara informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, bencana banjir akibat meluapnya Sungai Aekkanopan, mengakibatkan ribuan warga terdampak didua kelurahan di Kecamatan Kualuh Hulu dan beberapa tempat lainnya di wilayah Leidong Barat, Kabupaten Asahan.
Beberapa warga menceritakan,kawasan perumahan di Kelurahan Aekkanopan dan Aekkanopan Timur di Kecamatan Kualuhhulu, serta di Desa Ledongbarat Kecamatan Aekledong, Asahan direndam banjir setinggi pinggang orang dewasa.
Termasuk pula sejumlah sekolah di kawasan terdampak banjir, terpaksa memulangkan siswanya. Karena air terus naik pada Kamis pagi.
Tim dari BPBD, Satpol PP, personil Polsek Kualuhhulu, sempat diturunkan mengevakuasi warga, terutama wanita hamil, anak-anak dan lanjut usia.
Melalui media sosial, banyak warga mengabarkan, banjir kali ini termasuk yang terbesar sepanjang sejarah yang mereka ketahui.(yasmir)