MATATELINGA, Rantauprapat : Menghadapi Pemilu Tahun 2024, Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Labuhanbatu tidak khawatir dengan kehadiran dr H Erik Adtrada Ritonga MKM, menjabat ketua salah satu partai di daerah ini."Kita tidak khawatir dengan posisi Erik menjabat ketua salah satu partai, meski dia itu juga kini menduduki jabatan Bupati Labuhanbatu", ucap Ketua DPC PPP Kabupaten Labuhanbatu, Muniruddin SAg, menjawab pertanyaan media online matatelinga.com, ditempat kediamannya, Senin (07/11/2022) sore.Memang ucapnya, langsung maupun tidak langsung, Erik sebagai bupati, di Pemilu 2024 nanti, kemungkinan besar akan memanfaatkan kalangan "birokrasi", untuk mendulang suara bagi partai yang dipimpinnya.
Baca Juga:Wujudkan Pengelolaan Arsip Terbaik, Wabup Madina Buka Bimtek Aplikasi SrikandiKetidak khawatiran itu katanya, mengingat PPP sebagaj salah satu partai tertua di tanah air, serta mempunyaj ciri khas sebagai "partai Islam", sudah punya basis masa yang jelas, yaitu umat Islam.Ketika ditanyakan berapa target perolehan suara PPP, di pemilihan legislatif untuk DPRD Labuhanbatu pada Pemilu tahun 2024, Munir mengatakan, dia tidak membuat target muluk-muluk. "Cukup 5 (lima) kursi, wakil rakyat di DPRD Labuhanbatu dari PPP", ucapnya.Sedangkan persiapan PPP Labuhanbatu menghadapi Pemilu 2024, manurut dia, partai yang didirikan para ulama itu saat ini sedang disibuki dengan konsolidasi di tingkat ranting. "DPC PPP Labuhanbatu, saat ini sedang gencar-gencarnya membentuk pimpinan ranting di tingkat desa dan kelurahan. Serta merekrut calon saksi di tempat pemungutan suara, pada Pemilu nanti", jelasnya.[br]Terkait dengan keberadaan PPP di Koalesi Indonesia Bersatu (KIB), Munir mengatakan untuk tingkat Kabupaten / Kota, belum ada perintah dari DPP PPP. "Kami di tingkat DPC masih menunggu perintah. Meski komunikasi anrar pengurus di tingkat kabupaten, secara tidak resmi terus dilamukan", tambahnya.Terakhir dalam wawancara khususnya, Muniruddin menghimbau, menghadapi Pemilu tahun 2024, DPP PPP dalam menentukan kebijakannya, tetap memperhatikan suara-suara anggota dan simpatisan ditingkat bawah. (yasmir)