MATATELINGA, Tanjungbalai : Pihak Kepolisian Polres Tanjungbalai, menghimbau para orang tua agar lebih meningkatkan perhatian terhadap anak, mengingat kasus pencabulan anak masih terus terjadi di Kota Tanjungbalai.Para orang tua juga diminta tidak ragu melapor ke pihak Kepolisian, jika mendapati perubahan perilaku terhadap tumbuh kembang anak, sehingga dapat meminimalisir serta mencegah maraknya kejahatan seksual terhadap anak.Himbauan itu disampaikan Kapolres Tanjungbalai AKBP Ahmad Yusuf Afandi, didampingi Wakapolres Kompol H Jumanto dan Kasat Reskrim AKP Eri Prasetyo dalam konferensi ungkap kasus cabul anak, di Mapolres Tanjungbalai, Senin, (07/11/2022).
Baca Juga:Dandim 0204 Deli Serdang dan Kapolresta Pimpin Apel Sinergitas di Mapolresta Deli Serdang"Terkhusus buat orang tua ditanjungbalai tolong dan mohon untuk menjaga dan meningkatkan pengawasan terhadap anak anak masing masing," kata YusufYusuf menyebutkan selama bulan Oktober 2022, terdapat 7 laporan polisi (LP) kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, dan pihaknya telah menetapkan 4 orang tersangka,yakni MA (32) Nelayan, korban nya pelajar 16 tahun, kemudian KN (18) korban pelajar 14 tahun, selanjutnya DFA (20) Korban nya 17 tahun dan AR (36) seorang ASN guru dengan korban muridnya sendiri."Empat perkara telah komplit, sedangkan 3 perkara lagi masih dalam proses penyidikan lebih lanjut," Sebut Yusuf.[br]Yusuf menegaskan, para tersangka tidak akan diberikan upaya restoratif justice agar menjadi efek jera bagi para pelaku dan pembelajaran bagi masyarakat.Dan atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 81 ayat 2 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak."Para predator anak seperti ini harus diwaspadai bersama. Tidak ada maaf dan akan dihukum semaksimal mungkin. Kita mengancam para tersangka dengan UU perlindungan anak untuk memaksimalkan hukuman supaya jadi efek jera bagi pelaku dan contoh serta pembelajaran bagi masyarakat," Ucap Yusuf ( Riki)