Matatelinga - Medan, Seorang warga Medan Helvetia, yang tinggal di Lingkungan II Kelurahan Tanjung Gusta bernama Siti Khadijah mengeluhkan jalan rusak dan belum adanya drainase. Sehingga menyebabkan lingkungan tinggalnya terkesan kumuh. Oleh karena itu, dia meminta Pemko Medan untuk memperhatikan kawasan pinggiran kota.
Warga Helvetia Medan mengeluhkan kondisi jalan yang rusak serta gorong-gorong yang tersumbang akibat minim perhatian Dinas Bina Marga untuk melakukan pembersihan drainase itu. Bahkan wilayah tersebut rawan tindak pidana pencurian.
"Selama ini lingkungan kami terkesan kumuh karena jalan tidak diaspal, kemudian tidak ada parit menyebabkan rawan kebanjiran apabila hujan deras tiba. Saya yakin dan percaya apabila Pemko Medan memberikan perhatian kawasan tempat saya tinggal dapat lebih rapi dan bersih," katanya saat ditemui di Kantor Camat Medan Helvetia, Jumat (22/8/2014).
Sementara itu, Br Sianipar, menambahkan selain banjir dan jalan rusak, masyarakat kawasan Tanjunggusta juga mengeluhkan tingginya tingkat pencurian atau kriminal yang terjadi beberapa bulan belakangan ini. Namun demikian, hingga kini belum ada upaya yang dilakukan untuk mencegah pencurian.
"Jangankan bunga di halaman rumah, sepeda motor saja bisa hilang dari dalam rumah. Padahal sepeda motor tersebut dikunci. Sudah itu peredaran narkoba pun kini sangat marak sekali. Kami para orangtua jadi resah dibuatnya. Untuk itulah kami berharap agar Pak Wali bisa mengatasinya," ujarnya.
Selain itu, seorang warga bernama Hendra menyampaikan keluhan terkait penyumbatan gorong-gorong di Lingkungan IX, Blok VIII Perumnas Helvetia. Dia berpendapat, parit yang tersumbat sepanjang 20 meter. Padahal keberadaan parit itu sangat vital untuk menyalurkan air menuju parit besar. Alhasil setiap hujan deras turun menyebabkan rumah warga terendam air.
Sementara itu, Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin berjanji akan cepat menuntaskan berbagai keluhan masyarakat seperti pembenahi lampu jalam padam. Oleh karena itu, dia akan mengintruksikan Kadis Pertamanan segera memperbaikinya.
"Mengenai jalan rusak dan belum parit ada parit, segera diperbaiki. Sebab, jalan itu sudah masuk dalam rencana Dinas Bina Marga untuk diperbaiki dan dilanjutkan dengan pembuatan parit. Termasuk, parit tersumbat segera ditindaklanjuti dan memerintahkan Kadis Bina Marga untuk meninjau langsung lokasi serta mengatasinya," katanya.
(Mt:endra)