Matatelinga - Medan, s H T Dzulmi Eldin S MSi berharap pengurus rumah ibadah dapat menjagakeharmonisan dan kerukunan umat beragama, sehingga kemungkinan konflik yangterjadi dapat dihindari. Sebab, perpecahan hanya akan menghancurkan kebersamaan dan pembangunan yang telahdilakukan bersama selama ini.
Harapan inidisampaikan Wali Kota ketika menghadiri acara Dialog Pengurus Rumah Ibadah yang digagas Forum Komunikasi UmatBeragama (FKUB) Kota Medan di Grand Kanaya Hotel Jalan Darusalam Medann, Sabtu(23/8).
Menurut WaliKota, ada tiga upaya yang dapat dilakukan dalam membina kerukunan umat beragama. Pertama, pengurus rumah ibadah mengajak dan mendekatkan umatnya masing-masingpada kita sucinya. Kedua, mendekatkan dan mendatangi rumah ibadah. Sedangkanketiga, mengajak umat agar dekat pada tokoh agama.
"Jika ketiga halini dapat terlaksana, Insya Allah tidak ada persoalan keumatan yang tidakterselesaikan. Lalu menjadikan perbedaan dalam satu ikatan silaturahmi. Saya yakin dan percaya para pengurus pengurus rumah ibadah di Kota Medanmampu menjaga keharmonisan dan kerukunan tersebut," kata Wali Kota.
Terbukti kataWali Kota, sampai saat ini belum terdengar ada konflik yang terjadi di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini. Selain itu kerukunan dan keharmonisan initercipta tidak terlepas dari kedewasaan warga Kota Medan dalam menjalankankehidupan bermasyarakat dan beragamadengan baik selama ini.
"Ini layakmendapat acungan jempol. Kita tahu perpecahan hanya akan menghancurkankebersamaan dan pembangunan yang selama ini telah kita lakukan bersama. Itulahyang menjadi alasan kita agar tetap menjaga harmonisasi kerukunan umat beragama,"ungkapnya.
Berkatkeharmonisan dan kerukunan umat beragama yang terjalin dengan baik ini, Walikota mengatakan Kota Medan telah mendapat apresiasi dari salah satu universitas terkemuka danterkenal di Kota Bangkok, Thailand yakni Mahachulalongkorn RajavidyalayaUniversity. Mereka memuji keberhasilanKota Medan dalam menjaga kerukunan uamat beragama.
"Penghargaan itu tentunyauntuk kita semua, sebab kekondusifan yang tercipta ini merupakan upaya kitabersama. Untuk itu saya berharap kepada seluruh peserta yang hadir agarmengikuti dialog ini dengan baik dan bersungguh-sungguh. Soalnya dialog ini bagi dari usaha kita dalammenjaga kerukunan umat beragama di Kota Medan tanpa memandang perbedaan," harapnya.
Ketua FKUB KotaMedan Drs Palit Muda Harahap menjelaskan, FKUB bertugas merangkul semuaumat beragama untuk selalu menjaga danmemelihara kerukunan serta kedamaian, khususnya di Kota Medan. Untuk itu FKUBsering menggelar dialog dengan tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan para pelajar SLTA, termasuk dialog denganpengurus rumah ibadah.
"Banyak lagi dialogyang akan kita laksanakan, tujuannya semata-mata agar kerukunan dan keharmonisanantar umat beragama yang sudah terjalin selama ini dapat dipelihara dengansebaik-baiknya," jelas Palit.
Selanjutnya terkaitdengan dialog pengurus rumah ibadah yang dilaksanakan ini, Palit mengatakansangat penting karena pengurus rumah ibadah merupakan orang pilihan yang ada dilingkungannya masing-masing. Jadi apa yang disampaikan pengurus ibadah ini tentunyaakan didengar dan dilaksanakan oleh masyarakat.
"Untuk itulahmelalui pengurus rumah ibadah ini, kita harapkan agar mereka dapat menyampaikankepada umatnya supaya bersama-sama dengan kita selalu membina dan menjagakerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Selainitu melalui peran pengurus rumah ibadah,kita juga berharap agar mereka dapatmengajak seluruh umatnya untuk mendukung program Pemko Medan seperti menjaga kebersihan,"paparnya.
Dialog pengurusrumah ibadah ini dihadiri 150 peserta yang berasal dari pengurus rumah ibadahIslam sebanyak 65 orang, Kristen (30 orang), Khatolik (17), Budha (20), Hindu(13) dan Konghucu (5). Sebagai nara sumber Kepala Badan Kesbangpol Linmas Kota MedanCheko Wakhda Ritonga, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Medan Iwan Zulhami,Drs J Hasyim Syahid dan Ir Sutopo dariFKUB Kota Medan.(Mt/Hendra)