Matatelinga - Medan, Sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian dibuat heboh dengan aksi mengejutkan yang dilakukan anggota TNI berseragam lengkap. Di tengah pelaksanaan gelar rekontruksi kasus perampokan kantor Kas Bank Muamalat di Jalan Krakatau, Medan Timur. Awalnya, warga menduga bahwa anggota TNI itu adalah perampok.
"Tolong pak. Tolong aku. Kereta ku mau diambil," teriak Fajar (31) warga Jalan Bromo, tepat di seberang kantor Kas Bank Muamalat, Sabtu (23/8/2014) siang.
Mendengar jeritan Fajar, Kanit Ranmor Polresta Medan, Iptu Bambang Gunanti Hutabarat dan sejumlah petugas intel Polsekta Medan Timur yang tengah memantau jalannya rekontruksi perampokan kemudian berlari ke arah Fajar, yang saat itu berada di depan panglong.
"Ada apa ini. Coba jelaskan dulu," kata Bambang. Menurut Fajar, sepeda motor Honda Supra miliknya hendak dirampas oleh anggota TNI, yang diduga sengaja disewa pihak leasing CS Finance. Mendengar keterangan Fajar, anggota TNI itu kemudian mundur karena malu menjadi tontonan warga.
"Kau jangan banyak cerita. Kan udah kami datangi rumah mu. Kok berkeras pulak kau," teriak petugas leasing yang siang itu datang bersama anggota TNI. Mendengar hal itu, Fajar naik pitam.
Fajar melawannya "Apa pulak kau. Kapan pulak kau datang ke rumah ku. Orang ini datang bawak TNI narik kereta ku pak," di hadapan Kanit Ranmor dan warga sekitar, serta sejumlah petugas leasing.
Akibat insiden ini, ruas Jalan Krakatau sempat macet. Anggota TNI yang tadinya hendak menarik sepeda motor Fajar pun kemudian pergi meninggalkan lokasi karena malu telah ditonton warga.
"Sudah, begini saja. Kalian ikut semua ke Polresta. Biar dijelaskan di kantor saja. Buat apa ribut-ribut di tengah jalan begini. Lihat itu, macet jalan," kata Kanit Ranmor sembari memerintahkan sejumlah anggotanya untuk membawa Fajar dan petugas leasing ke Polresta Medan.
(Mt/Uut)