MATATELINGA, Deli Serdang : Jasad M Fahri Saragih, akhirnya ditemukan.
Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 12 tahun, ini yang bermukim di Lorong Omadiyah, Dusun IV, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, sebelumnya hanyut di aliran Sungai Belumai di Gang Tambak Rejo, Dusun VI, Desa Buntu Bedimbar, Tanjung Morawa, tepatnya di belakang PT Medisafe, pada Jumat, 28 Oktober 2022, sekira pukul 17.00 WIB lalu, akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat di Sungai Belumai, Dusun I, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, Kamis dini hari (17/11/2022), pukul 01.00 WIB
Mayat korban ditemukan karena tersangkut di ranting pohon di bawah joglo kafe, di tepi sungai.
Kapolsek Batang Kuis, AKP Simon Pasaribu didampingi Kanit Reskrim, Iptu Rahmad R Hutagaol kepada wartawan pagi harinya, menjelaskan penemuan mayat korban bermula ketika Alamsyah Putra (22), warga Jalan Menteng Raya, Gang Rahayu, No.61 dan Snepi Winda Pratika (20), warga Jalan menteng Raya, Gang Rahayu, No.61, Rabu (16/11/2022), sekira pukul 23.00 WIB, datang ke Kafe Ari untuk makan. Setelah bersantap, keduanya melihat aliran air sungai Belumai yang deras. Tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan adanya sesosok mayat tersangkut ranting pohon di bawah joglo kafe, tempat mereka makan.
Hal itu langsung diberitahukan kepada pemilik kafe dan terus menyebar ke warga serta aparat desa setempat. Kabar itupun langsung sampai ke telinga personel Polsek Batang Kuis.
Menerima informasi itu, Kamis (17/11/2022), pukul 01.00 WIB, Kapolsek Batang Kuis, AKP Simon Pasaribu bersama Kanitnya, Iptu Rahmad R Hutagaol dan personel lainnya langsung ke lokasi.
Pukul 02.00 WIB, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang dan Tim Inafis Polresta Deli Serdang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengangkat jasad korban dari sungai.
[br]
Pukul 02.50 WIB, mayat korban berhasil dinaikkan ke atas. Selanjutnya, mayat dilihat kedua orangtuanya, Rusdianto Saragih (43) dan Nurhijrah (39), yang datang ke lokasi untuk memastikan identitas mayat tersebut.
Setelah melihat mayat tersebut, kedua orangtua korban meyakini benar jasad tersebut adalah anaknya yang hilang terseret arus sungai.
Kemudian, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Pakam dengan mobil Ambulance.
“Orangtua korban tidak ada mencurigai siapapun atas kematian korban. Kematian korban adalah akibat hanyut saat berenang,” ungkap Simon Pasaribu.
Diketahui, korban, M Fahri Saragih, hanyut di aliran Sungai Belumai di Gang Tambak Rejo, Dusun VI, Desa Buntu Bedimbar, Tanjung Morawa, tepatnya di belakang PT Medisafe, pada Jumat, 28 Oktober 2022, sekira pukul 17.00 WIB.
Awalnya, korban bersama 12 temannya datang ke lokasi di aliran sungai Gang Tambak Rejo, Dusun VI, Desa Buntu Bedimbar, Tanjung Morawa, tepatnya di belakang PT Medisafe.
Ketika itu, Heru Pranowo (47), warga Dusun VI, Gang Tambak Rejo, Desa Buntu Bedimbar, Tanjung Morawa sedang memancing di lokasi.
Lantas, Heru Pranowo melihat korban bersama teman-temannya turun ke sungai dan berenang. Lalu, Heru Pranowo melarang korban dan teman-temannya agar jangan mandi di aliran Sungai Belumai tersebut. Karena keasyikannya memancing jadi terganggu.
Namun, apa yang disampaikan Heru Pranowo sama sekali tak digubris korban dan teman-temannya.
Heru Pranowo pun mengalah. Kemudian, dia mencari lokasi mancing yang lebih tenang. Berjarak 50 meter dari korban dan teman-temannya yang sedang mandi.
Selanjutnya, ketika Heru Pranowo mau pulang, teman korban memberitahukan kepadanya jika korban hanyut. Temannya berkata kepada Heru, jika korban kurang pandai berenang, namun nekat mandi/berenang ke tengah sungai. Nahasnya, korban tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai.
Setelah itu, Heru Pranowo bersama teman-teman korban berusaha mencari keberadaan korban. Namun, hasilnya nihil. Lantas, salah seorang teman korban lainnya berinisiatif memberitahukan kejadian itu ke warga sekitar dan orangtua korban.
Warga dan orangtua korban yang mendapat kabar itu, kemudian menuju lokasi untuk mencari keberadaan korban. Namun hasilnya masih nihil.
Hingga hari ketujuh, pencarian korban yang dilakukan personel Polsek Tanjung Morawa, Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Deli Serdang, saatBasarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, pun sempat dihentikan.(Fadhil)