MATATELINGA, Langkat : Kondisi jalan di desa Halaban Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Cukup memprihatinkan yaitu di tiga dusun, Dusun 2 Paluh Pasir, Dusun 19 Paluh Kompeni dan Dusun 16 Kampung Baru, Kondisi jalan tersebut harus mendapat perhatian yang serius dari Pemkab Langkat.Karena, saat ini kondisi ruas jalan menuju ke tiga dusun tersebut sangat memperhatikan, jalannya rusak parah, belum lagi saat musim hujan, kondisi jalan itu berlumpur, sehingga sangat sulit dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat.Diperkirakan sekitar 3,5 kilometer jalan desa menuju ke tiga dusun itu kondisinya rusak parah dan kondisi jalan tersebut butuh perbaikan kata Budi (34) warga Dusun 2 Paluh Pasir kepada media, Jum'at (25/11/2022).
Baca Juga:Bupati Asahan Terima Audensi PW IPA Al - Washliyah SumutDikatakan, dengan kondisi jalan desa seperti itu, maka penduduk sekitar 300 KK (Kepala Keluarga) sangat kesulitan untuk menjual hasil perkebunan berupa karet dan tandan buah kelapa sawit milik masyarakat setempat.“Belum lagi dari hasil tangkapan ikan, udang, ternak sapi, dan kambing warga sangat kesulitan untuk menjual karena jalan begitu rusak parah,” ujarnya.Lebih lanjut Budi mengungkapkan, terhadap anak-anak yang ingin ke sekolah, harus menempuh jarak sekitar 3,5 kilometer dari jalan desa, Dusun 2 Paluh Pasir, menuju melintasi jalan tersebut sampai Jalinsum Medan " Banda Aceh.[br]Mereka harus berjalan kaki menuju ke sekolah, belum lagi jika warga yang harus di bawa ke rumah sakit, harus merasakan siksaan jalan berbatuan, berlobang dan berlumpur,” ungkapnyaDan memohon kepada Pemkab Langkat, Bupati Langkat, Syah Afandin (Bg Ondim) dan Ketua DPRD Langkat, dan dinas terkait.agar menyisihkan anggaran APBD Langkat di Tahun 2022 ini guna memperbaiki akses jalan desa, ke tiga dusun tersebut, kami ingin mendapatkan pemerataan pembangunan selayaknya seperti di jalan kelurahan.Janganlah dianak tiri kan kami, dari hasil PBB, hasil pertanian, peternakan, hasil dari tangkapan ikan dari nelayan cukup banyak dan banyak lagi potensi sumber daya alam yang bisa digali serta dikelola, namun hanya akses jalan yang membuat kendala tersebut. katanya. (Mtc/By)