Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Aturan Pembatasan BBM Subsidi khususnya di Kabupaten Karo

Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Aturan Pembatasan BBM Subsidi khususnya di Kabupaten Karo

- Sabtu, 03 Desember 2022 16:00 WIB
Matatelinga.com
Salah satu SPBU di Kabupaten Karo yang diduga menjual BBM bersubsidi kepada masyarakat yang menggunakan Jirigen

MATATELINGA, Karo: Landasan hukum dinilai dibutuhkan agar BBM subsidi semakin tepat sasaran demi memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini diungkapkan salah satu pemerhati pendistribusian BBM bersubsidi di Kabupaten Karo Husni Ginting di dampingi Brama Ginting Ketua . Pemerintah diminta segera mengundangkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

“Saat ini tidak ada hal apa pun yang menghalangi pemerintah mengeluarkan regulasi terkait pembatasan penggunaan BBM subsidi,” ujar dia kepada wartawan pada hari Sabtu 03/12/2022 .

Hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan aturan main pembatasan pendistribusian BBM bersubsidi. Revisi Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak sangat mendesak untuk segera diterbitkan.

Menurut Husni , pembatasan tanpa adanya regulasi tidak akan efektif karena regulasi jadi dasar untuk bisa memberikan tindakan hukum. “Pembatasan (penggunaan BBM subsidi) tanpa tindakan hukum dampaknya dinilai sangat minim,” jelas dia.

Ginting menjelaskan, sebanyak 80% pengguna BBM subsidi dinikmati mereka yang tidak berhak. Untuk menambah pasokan malah jadi pemborosan.

"Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan kecuali melakukan pembatasan seraya memperkuat pengawasan. “Pembatasan dilakukan melalui payung hukum agar efektif di lapangan," jelas Husni .

Saat, ini tingkat konsumsi BBM di Kabupaten Karo khususnya melebihi asumsi sehingga anggaran subsidi BBM terkuras. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menjelaskan bahwa ketika pemerintah menganggarkan subsidi BBM Rp 502 triliun, terdapat penetapan volume BBM yang akan mendapatkan subsidi.

[br]

Hingga akhir 2022, ditetapkan bahwa kuota Pertalite adalah 23 juta kilo liter dan solar 15,1 juta kilo liter.

Namun hingga akhir Juli 2022 kemarin jatah Pertalite yang sudah terpakai mencapai 16,84 juta kilo liter atau 73 persen dari kuota. Sedangkan kuota solar telah telah terpakai 9,88 juta kilo liter atau 65 persen dari kuota tersedia.

Husni Ginting , sepakat bila pemerintah termasuk Pemerintah Kabupaten Karo segera menerbitkan aturan terkait pembatasan BBM subsidi agar memudahkan dalam distribusi oleh Pertamina sekaligus pengawasan.

Pemerintah diminta untuk tidak boleh ragu dalam memutuskan perkara BBM subsidi agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab. "Ada keuntungan di situ. Oknum bisa memainkan situasi," jelasnya .

Ditempat yang sama , Brama Ginting mengatakan, konsumsi BBM subsidi melonjak pada 2022 karena pemulihan ekonomi usai pandemi Covid-19. Sayangnya masih banyak masyarakat mampu yang lebih memilih membeli BBM subsidi karena harganya lebih murah," katanya.

Dia mengungkapkan, ada dua penyalahgunaan BBM subsidi. Pertama adalah penyalahgunaan BBM subsidi ke ranah pidana, dan kasus ini mengalami peningkatan dalam empat bulan terakhir . Contohnya, masih banyak pekerjaan proyek khususnya di Kabupaten Karo yang menggunakan BBM bersubsidi, padahal di rencana anggaran belanja [ RAB ] yang seharusnya menggunakan BBM Nonsubsidi tapi masih banyak kita temukan dilapangan bahwa pembangunan proyek tersebut menggunakan BBM bersubsidi," ucap Brama Ginting.

“Kedua yang tidak tepat sasaran itu yang banyak dibahas kan kalau data BPS dan Kementerian Keuangan tuh sekian persen itu tidak tepat sasaran artinya orang itu sebutlah tidak butuh subsidi itu mampu beli tetapi karena harganya (lebih murah) segitu ya mereka pilih itu,” katanya dalam diskusi bersama beberapa media di Kabupaten Karo .

Guna mencegah pendistribusian tidak tepat sasaran, Sekilap Surbakti menegaskan, diperlukan pendistribusian secara tertutup, sehingga subsidi energi bisa tepat sasaran, sesuai dengan Undang-Undang Energi ,” katanya .

[ Surbakti ]

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Operasi Dian, Polres Labusel Ungkap Penimbunan BBM Subsidi

Berita Sumut

Satreskrim Polresta Palu Cek Stok dan Penyaluran BBM Subsidi Sambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Berita Sumut

Harga Cabai Terjun Bebas di Kabupaten Karo , Perkilo Cuma Rp 10 Ribu

Berita Sumut

Pemerintah Didesak Turunkan Alat Cek H2S dari Medan

Berita Sumut

Kolonel Laut (S) Budi Djoko S : Guna Perkokoh Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat Khususnya di Kota Tanjungpinang

Berita Sumut

Pangdam I/BB Lakukan Panen Raya di Kabupaten Karo