MATATELINGA, T.Tinggi : Kembali ribuan rumah warga terendam air setelah aliaran sungai Padang yang melintas kota Tebingtinggi meluap akibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Simalungun hingga membuat aliran sungai Bahbolon mengalami kenaikan.
Berdasarkan informasi yang di siarkan langsung oleh ppersonil Polsek Sipispis pada Senin malam (19/12) sekira pukul 22.30 Wib dari tepi sungai Ancol yang mengalami kenaikan mencapai 1 Meter.
Dari kenaikan air aliran Sungai ancol tersebut, membuat aliran Sungai Padang juga mengalami kenaikan berselang waktu sekira 2 jam, tepatnya pada Selasa dinihari sekira pukul 00.30 wib air secara perlahan-lahan mulai menyapa pemukiman penduduk yang berada di bantaran aliran sungai Padang.
Akan informasi yang di peroleh warga yang berada di pemukiman bantaran Sungai padang sempat mengevakuasi barang-barangnya berupa perabot rumah tangga, dan mulai mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.
Ternyata selain aliran sungai padang ada dua sungai lagi yang ada di kota tebingtinggi juga mengalami kenaikan, yakni sungai si barau dan sungai Bahilang, sehingga banjir lebih meluas lagi sebagian 5 Kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi, diantaranya Kecamatan Padang Hulu, sebagian Kecamatan Padang Hilir, Tebingtinggi Kota, Bajenis juga Kecamatan Rambutan.
[br]
Selain merendam ribuan warga, air juga merendam sebagian jalan Lintas, jalan protokol yang ada di Kota Tebingtinggi dan tiga Pasar Tradisional serta rumah ibadah maupun sekolah.
Ketinggian air yang merendam pemukiman dan pasar Tradisional bervariasi dari 30 sentimeter sampai 1 meter, namun banjir yang terparah berada di Kelurahan Bandar Sakti Kecamatan Bajenis dan Kelurahan Bandar Utama Kecamatan Tebingtinggi Kota dengan ketinggian air mencapai sedada orang dewasa.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi di sebutkan bahwa yang terdampak banjir sekitar 1900 Kepala Keluarga, dengan jumlah jiwa kurang lebih 7500 jiwa.
“Dari data sementara yang kita peroleh, bahwa yang terdampak banjir berjumlah sekitar 1900 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 7500 jiwa,” terasng Iman Silaban selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD kota Tebingtinggi.
Hingga kini BPBD juga telah mendirikan tenda pengungsian di beberapa titik, serta menyiapkan logistik berupa makanan di beberapa dapur umum.
Selain pihak BPBD, banyak organisasi masyarakat juga melakukan bhakti sosial dengan mendatangi lokasi-lokasi banjir dengana membagikan makanan kepada warga yang terdampak banjir tersebut.(bas)