MATATELINGA, Medan : Tak tahan terus menerus terjebak macet berjam-jam di kawasan Johor, warga lalu mensomasi Walikota Medan, Bobby Nasution.
Alasannya, pembangunan median jalan membuat kemacetan parah, yang seharusnya jarak tempuh disebutkan dalam hitungan 10 menit kini menjadi 2 jam lamanya.
Somasi yang dilayangkan Forum Masyarakat Johor Menggugat (FMJM) terkait median atau separator yang dibangun di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, yang dinilai memunculkan sejumlah persoalan salah satunya kemacetan, ditanggapi Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Bobby Nasution membantah kemacetan hanya disebabkan oleh pemasangan median jalan, melainkan karena parkir liar di badan jalan. “Ya, kalau kita disomasi coba disomasi juga lah yang parkir-parkir di pinggir jalan. Karena yang buat sempit kan bukan cuma karena median. Yang buat sempit (jalan) utamanya apa, coba lebaran mobil apa median?” kata Bobby di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (26/12).
Menantu Presiden Jokowi itu menyebut tujuan pemasangan separator jalan di Medan Johor itu untuk menertibkan lalu lintas. Kendati dia mengakui bahwa saat kebijakan tersebut dibuat menimbulkan kemacetan. Namun, lanjut Bobby, kemacetan tersebut bukan menjadi alasan bahwa proyek tersebut harus dibongkar. Suami Kahiyang ini mengatakan pihaknya sudah membuat kajian terkait penyebab kemacetan dan akan melakukan upaya penertiban melaui Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Kami Minta Median Jalan Dibongkar “Memang saat kebijakan itu diambil terjadi kemacetan. Namun, bukan tiba-tiba macet lalu dicabut (dibongkar) lagi, tetapi kita pelajari darimana macet, titik penguraiannya dimana, terus kita pelajari. Namun, bukan karena macet lalu langsung dibongkar.
[br]
Karena semua yang kami bangun di Medan ini pasti menimbulkan kemacetan, tetapi kan gak mungkin disetop dan dibongkar ulang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Warga Johor yang tergabung dalam Forum Masyarakat Johor Menggugat (FMJM) resmi melayangkan somasi terhadap Wali Kota Medan Bobby Nasution atas pembangunan median atau separator di Jalan Karya Wisata, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Koordinator FMJM Gumilar Aditya Nugroho bersama sejumlah perwakilan warga menyerahkan surat somasi ke Balai Kota pada Jumat (23/12) pukul 14.00 WIB. "Somasi kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution ini berkaitan dengan pembangunan median jalan di Jalan Karya Wisata Medan.
Somasi kami sudah diterima oleh petugas di Bagian Umum. Dalam somasi ini kami meminta agar Wali Kota Medan membongkar median jalan karena tidak tepat dan menyalahi aturan," kata Gumilar. Dia menjelaskan keberadaan median jalan yang dibangun Pemkot Medan telah memicu berbagai persoalan di tengah masyarakat Kecamatan Medan Johor dan masyarakat Kota Medan pada umumnya.
Pemasangan separator yang dinilai tidak tepat sasaran itu telah menimbulkan kerugian bagi pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari berjualan di pinggir jalan Karya Wisata. "Omzet pelaku UMKM di sepanjang Jalan Karya Wisata menurun akibat kemacetan yang disebabkan pemasangan median jalan.
Hal yang sama juga dialami driver ojek daring yang sejak macet orderan mereka jauh menurun," ujarnya. Gumilar mengatakan selain pelaku UMKM dan driver ojek, kemacetan juga berdampak terhadap sekolah. Para pelajar yang akan berangkat ke sekolah harus terjebak macet berjam-jam akibat proyek pembangunan yang tidak pro terhadap rakyat itu.
"Sebelum adanya median jalan ini, perjalanan dari perumahan JIP ke Simpang Karya Wisata-AH Nasution tidak sampai 10 menit. Namun, sekarang itu bisa 2 jam perjalanan," tandasnya.(mtc)