MATATELINGA, Humbahas : Petani dilahan Food Estate berlokasi di Desa Riaria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan), kecewa dan menganggap video candaan Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan yang memainkan dua bawang putih saling terkait seperti permainan yang kini lagi ngetren, lato-lato merupakan pelecehan kepada petani.
Seperti diungkapkan oleh, Ketua Kelompok Tani Ria Kerja, A Lumbangaol. Dia mengatakan, kecewa setelah mendengar dan menonton video candaan Wabup yang diunggah oleh akun Facebook @Sudianto Munte dalam group Facebook Kabar-Kabari Humbang Hasundutan.
Menurutnya, itu merupakan sebuah pelecehan terhadap petani disekitar tersebut. " Kami kecewa, dan ini merupakan sebuah pelecehan terhadap petani," kesalnya ketika disinggung soal video Wabup yang diunggah oleh akun bernama @Sudianto Munte hingga viral dan menuai pro kontra , Kamis (19/1) dilokasi.
Oloan, dalam durasi video itu, lanjut dia, memperagakan dua bawang putih menjadi mainan mirip lato-lato. Dan menyampaikan, bahwa bawang yang dimainkannya itu bagus sehingga mau naik keatas.
" Jadi, ini kita main lato-lato, karena ini bagus bawang putihnya, sehingga dia mau naik keatas," kata Oloan dalam akhir videonya.
Kemudian, Oloan yang bersama rombongan ke lokasi Food Estate saat itu, juga dalam durasi video itu terdengar ada menyampaikan, bahwa komoditi pertanian di Food Estate, mulai bawang merah, bawang putih, jagung tidak terlihat panen.
[br]
"Jelas terlihat bahwa tidak ada lagi komoditi pertanian,baik bawang merah,jagung dan bawang putih yang mau di panen," sambung salah seorang di video itu.
Menurutnya, seyogianya Oloan mendukung dan memajukan program lumbung pangan nasional bukan membuat candaan yang tidak etis karena selaku Wakil Bupati.
" Candaan Wabup ini adalah pelecehan bagi kami petani di FE ini, khususnya anggota kelompok tani Ria Kerj RIA yang kebetulan bekerjasama dengan PT Parna Raya komoditi bawang putih, bawang merah dan jagung dan poktan. Jadi, kami merasa tersinggung," ungkapnya.
Dikatakanya, bawang putih yang dimainkan oleh Oloan bak lato-lato dilokasi Poktan Sehati adalah bawang yang sudah busuk. Dan, bawang tersebut sisa sortiran panen 2 tahun lalu milik PT Parna Raya.
" Jadi, wajarlah busuk karena petani yang meminta sisa sortiran bawang putih tersebut tidak jadi menanamnya," ujarnya.
Sementara, salah seorang petani, YM Lumbangaol yang kesehariannya adalah petani, menyuarakan kekecewaan tindakan dibuat oleh seorang wakil kepala daerah tersebut beserta rombongan
" Saya pribadi sangat kecewa menyikapi kehadiran rombongan tersebut, yang katanya kunker (kunjungan kerja) pada hari Minggu kemarin," katanya meluapkan kekecewaannya.
Dikatakannya, menurut informasi yang diperolehnya, kedatangan Oloan beserta rombongannya yang merupakan anggota DPRD dari Politis Partai PDI Perjuangan ke Food Estate tidaklah pantas dihari Minggu.
Sebab, menurutnya para petani seperti dirinya tidak berada dilokasi. Iapun menyarankan , jika berkenan Oloan beserta rombongannya tersebut datang pada, hari Senin sampai Sabtu.
" Kalau mau datang kunker bapak/ibu dewan terhormat, tolonglah jangan datang pada hari Minggu, hari Senin sampai Sabtu, kami di kawasan FE ini. Ada, ratusan petani disini bertani, biar tidak ada opini masyarakat luas bahwa FE ini adalah proyek siluman dan tidak bertuan, itu jelas salah," tegasnya.
Dia berharap, agar pertanian di Food Estate untuk tidak diopinikan menjadi miring karen mereka sudah bersusah payah bertani.
"Janganlah menambahi beban pikiran kami petani ini, kami sudah sangat bersusah payah yang bertani ini. Sampai-sampai, kami telah meminjam dari KUR untuk mengelola lahan kami ini, agar tidak terbengkalai. Kalau tidak, bisa membantu kami yang bertani ini, setidaknya jangan menjadikan hasil pertanian kami jadi bahan candaan," tandasnya.
Tak beda juga disampaikan, Ketua Kelompok Tani Karejo, R Siregar. Bahkan, dia bangga program pertanian lumbung pangan di Humbang Hasundutan ini, karena betul-betul telah dirasakan.
" Saya pribadi, sudah hampir 3 tahun mendapatkan hasil panen yang memadai sampai saat ini, contohnya setiap minggunya bisa panen cabai merah 700-800kg," ungkapnya.
Menurutnya, jika ada yang bilang bahwa program tersebut gagal, itu adalah fitnah. Dikarenakan, hasil panen telah banyak dikirim ke luar, semisal bawang merah, kentang, kok, cabai dan jagung.
" Contohnya, sekarang hasil panen cabai merah perminggunya bisa mencapai 5 ton/minggu," ungkapnya.
" Jadi, jangan ada lagi bilang gagal, kami tidak setuju dan itu fitnah," pintanya mengakhiri. (dedy)