Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Medan Tidak Memiliki Ciri Khas Jajanan dan Produk UKM

Medan Tidak Memiliki Ciri Khas Jajanan dan Produk UKM

Admin - Minggu, 31 Agustus 2014 11:11 WIB
Google
DPRD
Matatelinga - Medan, Seharusnya, Dinas ini sudah saatnya mendirikan UKM Centresekaligus mempopulerkan hasil produk dan oleh oleh ciri khas kota Medan. Dinas Koperasi Kota Medan dituding tidakmemiliki konsep yang jelas untuk memajukan pelaku Usaha Kredit Menengah (UKM)di kota Medan.

"Hingga saat ini kota Medan belummemiliki ciri khas produk dan oleh oleh yang dapat kita banggakan ke daerahlain. Terkadang kita malu dengan daerah luar, kota Medan tidak mampu menjualproduk yang punya ciri khas hasil pelaku UKM", ujar anggota komisi C DPRD MedanA Hie saat melakukan rapat pembahasan Ranperda Kota Medan tentang R APBD PemkoMedan 2015 ruang komisi C  gedung dewan,Jumat kemarin (29/8/2014).     

 

Dikatakan A Hie, seharusnya DinasKoperasi mendirikan UKM Centre sebagai pusat jajanan dan produk hasil karyapara pengrajin khas daerah ini. Dinas Koperasi harus terlebih dahulu melakukanpemetaaan dari setiap Kelurahan maupun Kecamatan, produk apa yang memiliki cirikhas dan memiliki nilai jual. Selanjutnya Dinas Koprasi dapat memilih produkunggulan dan memberikan pembinaan kepada pelaku usaha tersebut.

 

Menurut A Hie, jika hal tersebutdilakukan, para pelaku usaha tradisional di Medan dapat berkembang. Sehingga parawisatawan lokal dan mancanegara akan tertarik berkunjung ke kota Medan, bahkan pertumbuhanekonomi akan meningkat.

 

"Kepala Dinas harus punya gagasan barudan memiliki inovasi, bukan hanya menjalankan program itu itu saja. Kadis haruspunya terobosan yang mampu melakukan perubahan peningkatan ekonomi rakyat.Jangan seperti selama ini, hanya melakukan pelatihan dan pembinaan, seterusnyasetelah dilatih dan dibina lantas diterlantarkan", terang A Hie.

 

Sementara itu anggota Komisi C DPRDMedan Muslim Maksum menyarankan kepada Dinas Koperasi agar membentuk koperasibagi nelayan tradisional di Medan Belawan. Selanjutnya memberikan pembinaanterhadap istri istri nelayan membuat suatu produk dari bahan ikan dandiharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan nelayan.

 

Sama halnya dengan Ketua Komisi C AbdulRani menyarankan kepada Dinas Koperasi agar menindaklanjuti seluruh pelaku UKMyang pernah dilatih dan dibina agar tetap diperhatikan. Sehingga pelaku UKM tadidapat mandiri setela mendapat pelatihan. “Jadi pelaku UKM yang mendapatpelatihan harus ditingkatkan sebagai pelaku usaha yang professional danterampil”, ujar Rani.

 

Sebelumnya, Kadis Koperasi Kota Medan, HArjuna Sembiring memaparkan, anggaran Dinas Koperasi untuk Tahun 2015 sebesarRp 11 M lebih. Saat ini pihaknya mengaku memiliki 4 masalah untuk memajukanperkoperasian di kota Medan yakni masalah permodalan, peningkatan pemasaran,SDM dan jaringan komunikasi.      

 

Sedangkan dari 1.200 jumlah koperasi dikota Medan, saat ini hanya 200 koperasi yang aktif. Terkait pertanyaan dewanmasalah Pusat Industri Koperasi (PIK) di Jl Menteng VII yang saat ini dinilai kurangpromosi sehingga tidak dikenal orang, Arjuna Sembiring mengaku punya kesulitanuntuk mendatangkan pengunjung ke sana.    (Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Peraturan Daerah Kota Medan tentang Produk Halal dan Higienis

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Medan Utara adalah Pintu Gerbang

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat