MATATELINGA, Tebingtinggi: Perayaan Tahun Baru Imlek 2574 menjadi momentum yang tepat untuk menata ulang sikap keberagamaan, kebhinekaan, kebangsaan sekaligus membangkitkan rasa kebanggaan terhadap keutuhan Indonesia yang mulai memudar.Vihara Avalokitesvara Sun See Temple yang terletak di Jalan Tengku Hasyim Kelurahan Bandar Sono Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi setiap tahunnya tidak pernah absen melaksanakan open house, dimana dalam acara tersebut semua masyarakat boleh datang dan makan tanpa ada batasan etnis, suku dan agama.Masyarakat yang datangpun tidak hanya warga Tionghua, namun juga banyak warga beragama Islam, Kristiani dan umat lain yang datang dan tetap di sambut baik oleh tuan rumah.Hal tersebut mencerminkan keberagaman agama di Kota Tebingtinggi, dimana pada perayaan Tahun Baru Imlek tidak dirasakan oleh umat Budha saja tetapi dirasakan juga bagi umat muslim, kristiani dan agama lainnya. BACA JUGA:
Kepling Se Kota Tebing Tinggi Akhirnya Di LantikSuhu Darma Surya selaku Pengurus Yayasan Vihara Avalokitesvara Sun See Temple mengatakan bahwa memang setiap tahun baru Imlek, banyak warga muslim yang datang ke Vihara untuk mengucapkan Gong Xie Pai Cai, kemudian masyarakat akan menyantap makanan yang sudah disediakan oleh pihak Vihara."Sudah menjadi kebiasaan saat perayaan Imlek masyarakat banyak yang datang membawa keluarga untuk melakukan silaturahmi disini, kami pengurus Vihara tidak memandang siapa saja yang datang, karena prinsip kami di Tebingtinggi menjaga keberagaman agama," papar Suhu Darma Surya, Senin (23/1/2023).[br]Diakui Suhu Darma Surya, menjelang Imlek Vihara Avalokitesvara Sun See Temple juga melakukan kegiatan bakti sosial yaitu memberikan santunan sembako kepada warga kurang mampu di sekitar Vihara untuk merasakan kebahagiaan pada perayaan Imlek.Pada tahun baru Imlek tahun 2023, kita memasuki tahun Kelinci Air, maka kami berdoa agar Indonesia diberikan kemudahan dalam perekonomian dan dijauhkan berbagai bencana. Untuk keramaian warga yang datang, jelas Suhu Darma Surya banyak warga Budha yang datang ke Vihara melakukan ziarah arwah leluhur mereka, kebanyakan mereka datang bersama keluarga."Setelah dua tahun merasakan Pandemi Covid-19 dan Imlek sepi disetiap Vihara, tetapi setelah pemerintah tidak memberlakukan PPKM, banyak pengunjung Vihara yang datang, kami berharap tidak ada lagi Pandemi Covid-19 dan wabah wabah lainnya," bilangnya.Salah seorang tokoh masyarakat, Ismail Budiman mengatakan bahwa di Kota Tebingtinggi yang saat perayaan Tahun Baru Imlek hanya Vihara Avalokitesvara Sun See Temple yang melakukan open house bersama warga sekitar dan umat lainnya."Ini menunjukkan bahwa keberagaman agama di Kota Tebingtinggi sangat baik, contohnya saja di Vihara ini, masyarakat datang bersama sama untuk melakukan silaturahmi dan merayakan Imlek bersama," jelas Ismail.Sedangkan Arifin (54) alias Aceng warga Kota Medan datang ke Kota Tebingtinggi di Vihara Avalokitesvara Sun See Temple untuk melakukan ziarah arwah dan memberikan santunan (angpao) kepada warga Panti Asuhan Jompo di Vihara tersebut. BACA JUGA:
Tingkatkan Khamtibmas Waka Polres Tebing Tinggi Minta Pos Siskamling DiaktifkanJadi menurut Aceng, memang setelah tidak ada pembatasan aktivitas masyarakat pada Pandemi Covid-19, umat Buddha saat Imlek bisa merayakan bersama keluarga besar dan melakukan perjalanan untuk berkunjung ke kerabat yang berada di luar kota."Setiap Imlek kami selalu pulang ke Tebingtinggi untuk berziarah, memang Vihara disini terbuka untuk umum dan masyarakat, karena Vihara ini juga dijuluki sebagai tempat wisata religi yang ada di Kota Lemang ini," jelasnya.(bas)