MATATELINGA, Tebingtinggi : Ramadhan Sugianto (25) warga jalan Ketumbar Kelurahan Bulian Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi meregang nyawa setelah di larikan ke rumah sakit sri Pamela Kota Tebingtinggi pada Selasa sore (24/01), setelaha mengalami kecelakaan kerja di sebuah bangunan perbankan yang ada di kota Tebing Tinggi.
Tewasnya korban di duga kesetrum aliran listrik saat sedang bekerja di lokasi proyek pembangunan gedung perbankkan yang berada di Jalan Sudirman kota Tebing Tinggi.
Keluarga korban mengetahui kalau saudara mereka telah meninggal dunia saat melihat kondisi korban di Rumah sakit sri Pamela setelah di kabari oleh teman-teman korban sekerjaan.
Saat keluarga korban mempertanyakan penyebab kematian korban, tidak ada satupun yang mengetahui penyebab kematian korban.
BACA JUGA:Ernawati Br Sitorus Ditemukan Tewas Tanpa Busana Dialiran Sungai Aek Silo
Mereka hanya mengatakan kepada keluarga korban kalau korban jatuh saat bekerja lalu kejang-kejang yang di kira oleh para pekerja lainnya kalau korban sedang sakit ayan, sementara menurut keterangan keluarga korban kalau korban sama sekali tidak ada memiliki sakit ayan.
Keluarga korban menduga kalau korban meninggaal dunia akibat kestrum aliran listrik saat sedang bekerja di lokasi proyek pembangunan gedung perbankkan tersebut.
[br]
“Kamipun baru mengetahui kalau saudara kami sudah meninggal saat kami sudah tiba di Rumah sakit sri Pamela semalam sore,” jelas Suhendra yang merupakan kerabat korban.
BACA JUGA:Keracunan atau di Racun Satu Keluarga, Ini Faktanya
Terkait hal tersebut, pihak pengembang yanag mau di konfirmasi tidak ada satupun yang bersedia memberikan komentar.
Pantauan di rumah dukaa, terlihat istri korban yang sedang mengandung 6 bulan terus menangis meratapi kepergian suaminya dan sesekali pingsan.
Sedangkan pantauan kru di lokasi proyek pembangunan gedung perbankkan tersebut terlihat semua pekerja tidak memenuhi standard keselamatan pekerja, karena pekerja tidak memakai helm pengaman, dan para pekerja juga terlihat hanya memakai sendal saat melakukan pekerjaan.
Dan parahnya kasus kecelakaan kerja ini tidak mereka laporkan ke pihak kepolisian.
Kini pihak keluarga hanya bisa berharap agar pihak pengembang bertanggung jawab, dan hingga mayat korban di dimadikan dan di kebumikan pada Rabu siang (25/01), tidak ada satupun pihak pengembang yang mendatangi keluarga korban.(bas)