Matatelinga - Medan, Penggunaan alat kontrasepsi diperlukan untuk mengendalikan jumlah kelahiran. Namun banyaknya model kontrasepsi, juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan trend yang berada di masyarakat. Alat kontrasepsi yang disosialisasikan di Medan disarankan sesuai dengan kebutuhan dan selera masyarakat agar program pelayanan kontrasepsi berjalan efektif. Hal ini terungkap dalam rapat Komisi D DPRD Medan dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN Medan, guna membahas Rancangan APBD Kota Medan 2015, pekan lalu, di gedung dewan.Ketua Komisi B, Landen Marbun (foto), menyebutkan jika program pelayanan kontrasepsi tidak efektif dirasakan masyarakat, tidak perlu dikucurkan anggaran yang besar."Jika program itu tidak begitu penting, tidak perlu anggaran yang besar ke sana. Itu kenapa kita pertanyakan urgensinya program pelayanan KB tersebut," ucapnya kepada wartawan. Sebab, kata Landen, tidak semua masyarakat yang membutuhkan alat kontrasepsi. Selain itu, di beberapa kasus, alat kontrasepsi juga gagal mencegah kehamilan. Seperti laporan yang masuk ke anggota dewan di daerah Belawan. Seorang pria yang sudah menerapkan kontrasepsi jenis vasektomi, masih juga gagal. Seperti diketahui, vasektomi adalah kontrasepsi permanen dengan memotong saluran sperma agar tidak bisa membuahi sel telur wanita. Namun, pada kasus tersebut, kehamilan istrinya masih terjadi. "Jika program pelayanan KB ini memang berfungsi untuk mengendalikan jumlah penduduk, kita dukung. Tapi jika tidak, kan tidak perlu anggaran dialokasikan," ujarnya. Selain itu, alat kontrasepsi juga harus sesuai kebutuhan masyarakat dan trend yang ada di masyarakat. "Misalnya kita mengalokasikan anggaran untuk kontrasepsi vasektomi, ternyata tidak ada peminatnya. Maka anggaran tidak tepat sasaran," tegas Landen. Kepala Bidang KB BKKBN Medan, Sugiono, pada rapat itu menjelaskan saat ini alat kontrasepsi yang paling digemari adalah KB suntik dan pil. Sedangkan metode lain berupa implan masih belum begitu digemari. "Saat ini yang paling banyak dipakai masyarakat Kota Medan adalah pil dan suntik. Dan itu gratis sesuai perwal dan perda," ucapnya.(Mt)