MATATELINGA, Medan : Praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan dengan dalih Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) masih kerap terjadi di sudut-sudut jalan kota Medan.
Seperti yang terjadi di Jalan Karya Tani, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (11/2/2023) malam. Dua pekerja yang sedang memperbaiki kerusakan kabel fiber impact pengerjaan drainase, dipungli opria setempat.
Pelaku yang mengenakan kaos dan celana ponggol itu meminta sejumlah uang kepada pekerja. Meski tak ada intimidasi, praktik-praktik seperti ini seharusnya tidak terjadi. Video pungli itu direkam rekan korban dan diviralkan di akun Instagram.
"Kerja kekgini pun sanggup juga diminta," ujar korban dalam narasi video.
Namun, pelaku tetap meminta sejumlah uang kepada korban.
"Bukan perkara sanggup bang, orang ininya yang minta aku cuma menyampaikan aja," katanya.
Pungutan liar dengan dalih OKP bukan kali ini saja terjadi di wilayah hukum Polsek Delitua.
Sebelumnya, seorang pria juga melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap pekerja gudang lem di Komplek Titi Kuning Mas, Jalan Tritura, Kecamatan Medan Johor.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku sebagai anggota organisasi modus bongkar muat barang. Pelaku mendatangi gudang tempat korban bekerja, kemudian memintai sejumlah uang.
Deni warga yang bermukim di wilayah hukum Polsek Delitua berharap orang-orang seperti ini bisa diberantas. Selain mengganggu kenyamanan, warga jadi takut untuk beraktivitas.
"Polisi harus cepat menindak pelaku-pelaku pungli. Mau duit itu ya kerja, bukan meminta dengan dalih uang keamanan dan sebagainya," ketusnya, Minggu (12/2/2023). (Mtc)