Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Mantan Anggota DPRD Langkat Ditembak Mati Karena Persaingan Bisnis

Mantan Anggota DPRD Langkat Ditembak Mati Karena Persaingan Bisnis

Redaksi - Selasa, 14 Februari 2023 06:30 WIB
Matatelinga.com
Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Jawari didampingi Direktur Reskrimum, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menginterogasi otak pelaku, LS Ginting alias Tosa, Senin (13/2/2023).

MATATELINGA, Medan : Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bersama Polres Langkat berhasil menangkap 5 tersangka penembakan mantan anggota DPRD Langkat.

Tidak tertutup kemungkinan tersangka bisa bertambah.

Berdasarkan hasil proses penyidikan terungkap, peristiwa penembakan itu sudah direncanakan sejak 20 Januari 2023, dan korban dieksekusi pada 26 Januari 2023 malam.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menuturkan, penembakan terhadap korban dilakukan disebabkan sakit hati didasari persaingan bisnis antara otak pelaku LS Ginting alias Tosa (26), warga Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat dengan korban Paino (48), warga Dusun VII Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Langkat.

BACA JUGA:Rumah Dihancurkan Massa, Korban Ngadu ke Polsek Labuhan

"Motifnya ini berkaitan dengan usaha dari otak pelaku sebagai produsen. Usaha keluarga mengumpulkan kelapa sawit yang diambil dari para petani," ungkap Panca.

Namun, bisnis turunan yang dijalankan wakil ketua DPD salah satu ormas itu mengalami penurunan omzet. Pelaku merasa itu disebabkan usaha milik korban.

BACA JUGA:Polsek Medan Baru Amankan Satu Pelaku Penganiayaan terhadap Driver Ojol

"Kemudian merasa semakin tidak baik kondisi usahanya karena persaingan dan korban ini sebagai pesaingnya, akhirnya melakukan kegiatan yang mengakibatkan pembunuhan dengan cara menembak korban," papar Panca.

Kata Panca, eksekutor D Bangun (38), warga Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat melakukan penembakan menggunakan senjata api rakitan. D Bangun merupakan residivis kasus penganiayaan pada 2019.

[br]

Senjata api rakitan mirip jenis FN itu diterima eksekutor dari otak pelaku, dan memperoleh upah Rp 10 juta untuk menghabisi korban.

Otak pelaku mengaku mendapatkan senpi rakitan tersebut dari temannya yang sampai saat ini masih dalam penyelidikan.

"Dibayar 10 juta (rupiah) sama dia (otak pelaku)," aku D Bangun saat rilis kasus penembakan mantan anggota DPRD Langkat, Paino di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (13/2/2023).

[br]

Dijelaskan, dalam kasus penembakan mantan anggota DPRD Langkat periode 2014-2019 itu, tim gabungan Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut dan Polres Langkat meringkus 5 tersangka dengan peran berbeda.

Mereka adalah LS Ginting alias Tosa (26), warga Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, P Sembiring (43), warga Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Sirapit, Langkat, MH alias Tio (27), warga Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat, Langkat dan SY alias Tato (27), warga Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

"Otak pelakunya LS, karena sakit hati," terang Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Waka Polda, Brigjen Pol Jawari, Direktur Reskrimum, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dan Kabid Humas, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Peristiwa itu terjadi ketika korban, Paino (48), warga Dusun VII Bukit Dinding, Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Langkat itu hendak pulang dari warung Amiran yang berjarak sekira 3 kilometer dari rumahnya pada 26 Januari 2023 lalu.

[br]

Namun, sekira 900 meter beranjak, korban menaiki sepeda motor jenis trail ditemukan tewas oleh petugas jaga mal PT INK dalam kondisi telentang dan dada kanan terluka tembak.

Korban kemudian dibawa ke RS Putri Bidadari Stabat, namun dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi.

Kata Kapolda, dari hasil penyelidikan tim gabungan berhasil menemukan para pelaku. Aksi penembakan itu telah direncanakan sepekan sebelumnya.

"Aksi penembakan itu sudah direncanakan sejak awal pada 20 Januari lalu," ungkap Panca.

Dalam proses penyelidikan ditemukan barang bukti senjata api jenis rakitan dan selongsong dan proyektil. Para tersangka ditangkap secara terpisah, di Aceh, Deliserdang dan Langkat.

Dari pengungkapan itu disita sejumlah barang bukti seperti, senpi rakitan, mobil minibus, 6 unit sepeda motor, pakaian dan sepatu.(mtc)

Editor
: Putra

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

URC MIT Jatanras Polda Sumut Tangkap 5 Sindikat Curanmor Antar Kabupaten/Kota, 3 Ditembak

Berita Sumut

Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sumut Naik Kelas,Umur Harapan Hidup Meningkat dan Angka Kematian Ibu Turun Signifikan

Berita Sumut

Terkait Blackout di Sumatera, Bareskrim Polri di Sumut dan "berkeliaran" di Kota Medan, Kenapa...?

Berita Sumut

Black Out Sumatera Berujung Petaka di Madina, Ratusan Kilo Ikan Mati dan Peternak Rugi Puluhan Juta

Berita Sumut

Distribusi Air Bersih Terganggu Dikarenakan Blackout Listrik Dirut Tirtanadi : Kami Tetap Berupaya Distribusi Air Bersih Berjalan Normal

Berita Sumut

Maling KLX di Tembung Ditembak, 20 Kali Beraksi untuk Beli Sabu