Matatelinga - Medan, Penyaluranhonor untuk bilal jenazah, penggali kubur serta guru TPQ/TKQ dan maghrib mengaji yang digelar di KantorCamat Medan Belawan sangat mengecewakan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin SMSi, Selasa (2/9/2014). Selain sangat kecewa, mantan Sekda Kota Medan ini juga takmampu menutupi rasa marahnya. Pasalnya,para penerima honor yang umumnya telah berusia lanjut ini sepertinya tidak dilayani dengan baik tanpa diberikan makanan maupun minuman oleh pihak kecamatan meski sudahlama menunggu.
WaliKota baru mengetahui para penerima honor tidak diberi makanan maupun minumanoleh pihak Kecamatan Medan Belawan ketika tiba di lokasi sekitar pukul 12.30WIB. Begitu datang menyapa para ibu-ibu dan bapak-bapak yang duduk di bawahtenda, mereka dengan wajah memelas langsung menjawab, "Kami sangat lapar dan haus sekali, PakWali. Sudah lama kami menunggu di sini."
Ucapan itu sontak membuat wajah orang nomor satu diKota Medan langsung memerah. Wali Kota selanjutnya memanggil Sekcam MedanBelawan, sebab Camat Medan Belawan tidak berada di tempat. Selanjutnya, Wali Kotamenanyakan mengapa para penerima honor tidak diberikan makanan dan minuman.Sekcam menjelaskan kue kotak ada, tapi belum dibagikan karena tidak cukup.
Walikota selanjutnya minta kue kotak segera dibagikan kepada ibu-ibu danbapak-bapak tersebut. Kemudian Wali Kota memasuki kantor camat untuk memastikan kue kotak benar-benarada. Namun ruangan camat yang digunakan untuk menyimpan kue kotak dikunci,sedangkan satu pun pegawai yang ada tidak mengetahui dimana kunci disimpan.Akhirnya pintu kantor camat dibuka secara paksa. Setelah terbuka, kue kotakyang ada langsung dibagikan kepada seluruh penerima honor yang hadir.
"Terimakasih, Pak Wali!" jawab ibu-ibudan bapak-bapak setelah kue kota dibagikan satu persatu. Selanjutnya, Wali Kotanaik ke atas pentas dan langsung minta maaf atas keterlambatan pemyaluran honorbilal jenazah, penggali kubur maupun guru-guru mengaji tersebut. Sebab, jadwalkegiatan yang dihadiri sangat padat.
"Sayabenar-benar tidak tahu penyaluran honor untuk bilal jenazah, penggali kubur danguru mengaji dibuat seperti ini. Kedatangan saya sebenarnya untuk melihatlangsung penyaluran honor dan memastikan tidak ada pemotongan sedikitpun,kecuali potongan untuk pajak. Untuk itu sekali lagi saya minta maaf," kata WaliKota.
Sebenarnya ungkap Wali Kota, penyaluran honor inihendak dilakukan melalui rekening bank masing-masing. Untuk itulah kepada parabilal jenazah, penggali kubur dan guru mengaji agar membuka rekeingmasing-masing. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mempermudah pembayaransekaligusmenghindari terjadinya pemotongan.
"Berhubungbanyak yang mengeluh, makanya saya putuskan penyaluran dilakukan seperti biasa.Jadi tidak ada maksud lain, tujuannya semata-mata untuk mempermudah bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian mendapatkanhonor. Untuk itu saya hadir dan memastikan penyaluran lancar serta tidak adapemotongan sedikit pun," tegasnya.
Setelahmenyampaikan permiontaan maaf dan sambutan singkat, Wali Kota selanjutnyamemberikan honor secara simbolis kepada perwakilan bilal jenazah, penggali kubur danguru mengaji. Honor yang diberikan untuk 6 bulan, setiap bulannya mendapatkanhonor Rp.150.000. Jadi total yang diterima Rp.150.000 x 6 bulan = Rp.900.000.Jumlah ini dipotong pajak PPn Pasal 21 sebesar 6 persen. Jadi jumlah bersih yangditerima Rp.846.000 per-orang.
KemudianWali Kota memberikan sejumlah uang kepada Sekcam Medan Belawan untuk segera membelinasi bungkus kepada seluruh penerima honor yang hadir. Wali Kota ingin bapak-bapakdan ibu-ibu usai menerima honor bisa langsung makan dan baru kembali kerumahnya masing-masing.Selanjutnya Walikota pun minta izin untuk pamit, sebab penyaluran honor yang sama juga akandilakukan di kantor Camat Medan Tembung. Di tempat itu penerima honmor berasaldari 2 kecamatan yakni Kecamatan Medan Tembung dan Medan Denai. Untuk MedanTembung, jumlah yang menerima honor sebanyak630 orang dan Medan Denai sebanyak659 orang.Sedangkan untukKecamatan Medan Belawan, penayaluran honor juga dilakukan untuk dua kecamatanyakni Medan Belawan dan Medan Labuhan. Untuk Medan Belawa, jumlahnya 286 orangdan Medan Labuhan 549 orang. Sementara itu jumlah total penerima honorselengkapnya sebagai berikut, bilal jenazah sebanyak 2.513 orang, 874 orang penggali kubur, 1.069orang untuk guru TPQ/TKQ dan 1.067 orang untuk guru maghrib mengaji.(Mt/hendra)