MATATELINGA, Medan :Rapat Kordinasi (Rakor) Bacaleg Partai NasDem Teritori 1 (Sumut dan Aceh) yang dilaksanakan selama dua hari (20-21 Februari 2023) menarik dicermati.
Keseriusan DPP Partai NasDem memberikan insight terhadap para bacaleg-nya menunjukkan membangun mimpi besar menambah perolehan suara dan kursi di Pemilu 2024, menjadi tidak mustahil. Saya mencatat bagaimana Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar, ST, dengan sangat bersemangat menggelorakan NasDem Sumut Juara di Pemilu 2024.
Iskandar bahkan menekadkan perolehan 7 kursi untuk tiga daerah pemilihan (dapil) Sumut. Raihan 7 kursi itu tentu jika dikonversi suara maka akan dengan lebih 1 juta suara NasDem di Sumut. Sebagai perbandingan, Iskandar menjelaskan bahwa pada Pemilu 2019, Partai NasDem Sumut hanya memperoleh 4 kursi DPR RI. Dapil Sumut 2 menyumbang 2 kursi dan sisanya masing-masing 1 kursi.
BACA JUGA:Rahudman Tegaskan NasDem Siap Perjuangkan Pembangunan di Medan Utara
Banyak hal-hal menarik yang disampaikan jajaran DPP Partai NasDem dalam kegiatan Rakor Bacaleg tersebut, namun hanya dijadikan konsumsi internal. Namun, saya mencatat semangat Partai NasDem yang tidak hanya mengejar coat tail effect (efek ekor jas) dari pencapresan Anies Baswedan sebagai strategi jitu.
Transfer strategi Pemilu 2024 dipimpin oleh Ketua Bapilu DPP Partai NasDem, Prananda Surya Paloh (PSP) dan digawangi Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, Jakfar Sidik (Wasekjen) dan Siar Anggreta Siagian (Wasekjen), membedah dapil di Sumut dan Aceh serta melakukan profiling terhadap para bacaleg.
[br]
PSP dalam dua kesempatan berpidato memberi arahan dalam Rakor Bacaleg tersebut, menggaris bawahi soal keteladanan berpolitik. Pertama, saya mencatat PSP beberapa kali menyebut bahwa diperlukan soliditas kader Partai NasDem untuk memenangkan Pemilu 2024. Dia juga menyebutkan bahwa roh kemenangan Partai NasDem adalah konsolidasi.
Kedua, PSP menegaskan bahwa kompetisi antar-kader tidak dilakukan secara internal. PSP mengingatkan bahwa lawan sesungguhnya bukan dari sesama kader Partai NasDem, namun dari luar. Dia juga berpesan untuk selalu rajin turun ke masyarakat, menjumpai konstituen.
Ketiga, saya sangat terkejut dengan pernyataan PSP yang menegaskan siap mundur jika ada caleg NasDem yang peroleh suaranya diatas 50 ribu di Dapil Sumut 1. Jadi begini, menurut saya, PSP sangat menyadari Dapil Sumut 1, yang merupakan Dapil-nya, dianggap sebagai “dapil neraka”. PSP sebagai putera kandung Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, dianggap sebagai caleg yang paling diuntungkan di Dapil Sumut 1. Maka itu,
[br]
Dapil Sumut 1 agak kurang diminati kader Partai NasDem Sumut untuk dimasuki. Hal ini karena muncul anggapan hanya untuk memenangkan PSP. Namun saya sangat terkejut. PSP dengan lantang bilang siap mengundurkan diri jika melihat kader potensial yang suaranya lebih diatas 50 ribu dan Partai NasDem hanya mendapatkan 1 kursi untuk Dapil Sumut 1. Walaupun saya meyakini, ucapan PSP itu tak akan terbukti.
Pasalnya, saya haqul yakin, Partai NasDem akan meraih penambahan minimal 1 kursi di Dapil Sumut 1. Artinya, dalam prediksi saya Partai NasDem di Dapil Sumut 1 akan meraih minimal 2 kursi DPR RI. Ini tentu bukan target muluk, jika melihat selisih suara yang diperoleh Partai NasDem dan partai-partai lain yang memperoleh dua kursi di Pemilu 2024, seperti Partai Gerindra dan PKS.
Hal lain yang menambah keyakininan saya adalah, munculnya sejumlah figur publik yang akan mendampingi PSP sebagai caleg di Dapil Sumut 1 seperti Rahudman Harahap, Walikota Medan 2010-2015. Rahudman sejak setahun lalu sudah intens melakukan penggalangan suara untuk Partai NasDem.
BACA JUGA:Rahudman Apresiasi Pantarlih dan Panwascam Usai di Data Coklit sebagai Pemilih
Kemudian ada juga Syarwani, Sekretaris DPW Partai NasDem yang mempunyai jaringan luas di kalangan etnis Aceh dan advokat. Lalu ada nama bacaleg perempuan yakni Siar Anggreta Siagian dan Latifah Hanum yang akan memperkuat suara di Dapil Sumut 1.
Apa yang disampaikan PSP dalam pidatonya menurut saya adalah sebuah keteladanan anak muda yang mempunyai komitmen kuat membangun Partai NasDem menjadi lebih besar. Dia bukan hanya membangun harapan bersama, tetapi juga mengajak seluruh kader Partai NasDem bahu-membahu membesarkan partai ini.