MATATELINGA,Medan :Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB-PASU) matangkan program PASU Go Internasional Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur.Hal itu ditandai dengan mulai intensnya pengurus inti PB-PASU melakukan rapat koordinasi dalam rangka mensukseskan program bergengsi tersebut.Selain mempersiapkan pendanaan dan logistik, PB-PASU juga mulai mengintensifkan koordinasi dan menjalin kerjasama bilatral dengan berbagai lembaga penunjang dalam dan luar negeri termasuk mempersiapkan atribut dan alat-alat peraga seperti bendera merah putih, petaka, univorm PB-PASU dan Baju Batik sebagai salah satu ciri khas budaya Indonesia.Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Eka Putra Zakran, SH MH Ketua Umum PB-PASU bahwa program PASU Go Internasional Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur akan digelar pada tanggal 17-21 Juli 2023. Adapun tujuan utamanya adalah meningkatkan eksistensi dan kualitas Advokat, khususnya para Advokat milenial yang bernaung di bawah panji Perkumpulan Advokat Sumatera Utara. Hal itu disampaikan Epza, panggilan akrab Eka Putra Zakran pada Rabu, 01/03/2023 di Meean."Benar, PB-PASU saat ini sedang mengintensifkan koordinasi dengan semua pihak terkait, menjalin kerjasama dengan lembaga dalam dan luar negeri. Pada bulan Januari yang lalu kami sudah dua kali bertemu dengan Konjen Malaysia Bapak Ayub bin Omar, bertemu Ibu Fenni Hakim Manager PT Air Asia Indonesia untuk Medan, koordinasi dengan PCM Istimewa Kuala Lumpur, berkirim surat dengan KBRI Malaysia, berkirim surat dengan Dinas Pariwisata Pemprov Sumut, bekerjasama dengan Imigrasi Kota Medan dalam pembuatan Pasport Kolektif untuk para peserta. Nah, terkait pembuatan Pasport Kolektif, jadualnya 11 Maret 2023 di Hotel Madani Medan", sebut Epza.Disamping itu kata Epza, PB-PASU saat ini sedang intensif mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari pendanaan, logistik, termasuk atribut, alat-alat peraga seperti Bendera Merah Putih, Univorm PB-PASU dan termasuk Baju Batik sebagai salah satu ciri khas budaya Indonesia. Alhamdulillah, kemarin, Selasa Malam, sejumlah Pengurus Inti PB-PASU yang akan menjadi peserta delegasi studi internasional sudah membeli Batik Khusus bermotif hitam putih di Toko Batik Trusmi, salah satu toko batik bermerek di Kota Medan.Lebih jauh Epza menyampaikan, sebagai Ketum PASU dirinya paling berbangga jika program PASU Go Internasional Indinesia-Malaysia dapat terlaksana sesuai rencana program."Barangkali sebagai Ketum PASU saya paling berbangga, jika program PASU Go Internasional dapat terlaksana dengan baik, mengapa demikian, karena program ini sangat bergengsi, tidak tanggung-tanggung peserta yang akan berangkat ke Malaysia 40 orang anggota PASU. Artinya, kegiatan ini selain sebagai upaya meningkatkan kualitas dan eksistensi Advokat, juga akan mengangkat nama PASU dan nama Indonesia, khususnya nama Sumatera Utara di kancah dunia internasional", paparnya.Selanjutnya, Epza juga membeberkan bahwa ada banyak kegiatan bergengsi yang telah kita susun, sebut saja misalnya seminar internasional tentang perbandingan sistem hukum ala eropa kontinental dengan anglo saxon di law fakulty kebangsaan Malaysia, penyuluhan hukum kepada warga imigran, pertemuan dengan PC Muhammadiyah Istimewa Malaysia, kunjungan ke KBRI, Bar Concyl, Attorney, Supreme Court, Polis Diraja Malaysia, lawatan ke Musium bersejarah dan lawatan ke Istana Putra Jaya serta destinasi wisata religion of Muslem, tandas Epza.(Asril/rel)