MATATELINGA, Humbahas : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) di kepemimpinan Bupati Dosmar Banjarnahor, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan.Salah satunya, melalui program beasiswa pendidikan jalur berprestasi untuk keluarga kurang mampu, selain program pembelajaran metode gasing. Sebab, sektor pendidikan menjadi investasi jangka panjang suatu daerah.Ditahun 2023 ini, pemerintah kembali menganggarkan bantuan beasiswa tersebut sebesar Rp 3,5 miliar.
Baca Juga:Demokrat Binjai Nobar Pertemuan Anies dan AHY, Kader Siap Bekerja Demi Perubahan 2024Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor melalui Kepala Dinas Pendidikan Jonny Gultom mengatakan, bantuan ini diberikan merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat dan sudah berjalan sejak tahun 2017.Seiring dengan hal itu, Jonny berharap bantuan beasiswa pendidikan ini dapat bermanfaat bagi siswa dan mahasiswa untuk menempuh pendidikan."Pembangunan dibidang pendidikan merupakan urusan wajib Pemerintah Kabupaten Humbahas. Serta sebagai rasa tanggungjawab untuk mendidik generasi muda Kabupaten Humbahas yang semakin hebat," katanya, Kamis (02/03/2023).Dijelaskannya, bantuan ini diperuntukan bagi siswa/i dan mahasiswa/i yang berprestasi dengan syarat IP 3,25 dan IP mahasiswa rata-rata 3,5 keatas , tetapi tidak mampu secara ekonomi.Selain itu harus berdomisili di Kabupaten Humbahas dan berasal dari kalangan tidak mampu. "Bantuan beasiswa ini dapat dipergunakan untuk kuliah, uang makan, uang kost atau kontrakan," jelasnya.Lebih lanjut, Jonny mengatakan, terkait mekanisme dan prosedur untuk mendapatkan bantuan-bantuan beasiswa tersebut, akan segera dilakukan keputusan Bupati Humbahas dengan Peraturan Bupati tentang pedoman pemberian beasiswa kepada siswa dan mahasiswa berprestasi.Peraturan ini, lanjut dia, mengatur bantuan siswa kepada siswa dan mahasiswa Kabupaten Humbahas."Beasiswa ini sebagai bentuk kepedulian bapak Bupati Dosmar dalam membantu biaya pendidikan bagi anak-anak kita yang berprestasi dan dari keluarga kurang mampu," ujarnya.[br]Masih dikatakan Jonny, program beasiswa pendidikan jalur berprestasi sudah dimulai sejak tahun 2017, semasa kepemimpinan Bupati Dosmar Banjarnajor.Sejak 2017 sampai 2022, sebanyak 1029 orang penerima beasiswa. Rata-rata background orangtua penerima beasiswa adalah petani dan ASN yang ekonomi lemah."221 orang siswa, 808 orang dari mahasiswa," katanya.Disebutkanya, jumlah siswa SMA per sekolah per tahu menerima beasiswa sebanyak 221 orang dari tahun 2017 sampai 2022. Diantaranya, tahun 2017 sebanyak 20 siswa, yakni, 10 siswa dari SMA Unggul Del, SMAN 1 Matauli Pandan sebayak 10 orang.Tahun 2018 sebanyak 26 siswa, yakni 10 orang dari SMA Unggul Del, 8 siswa dari SMAN 2 Soposurung Balige, dan 6 siswa dari SMAN 1 Matauli Pandan.Kemudian , ditahun 2019 sebanyak 33 siswa, diantaranya 12 siswa dari SMA Unggul Del, 9 siswa dari SMAN 2 Soposurung Balige, dan SMAN 1 Matauli Pandan.Ditahun 2020, 16 siswa dari SMA Unggul Del, 15 siswa dari SMAN 2 Soposurung Balige, dan 15 siswa dari SMAN 1 Matauli Pandan.Selanjutnya, tahun 2021 sebanyak 59 siswa, diantaranya 23 siswa dari SMA Unggul Del, 16 siswa SMAN 2 Soposurung Balige, dan 20 siswa SMAN 1 Matauli Pandan.[br]Untuk ditahun 2022 ada sebanyak 56 siswa, dengan rinciannya 25 siswa dari SMA Unggul Del, 14 siswa SMA Negeri 1 Soposurung Balige, dan 17 siswa dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan.Sedangkan jumlah mahasiswa mendapat bantuan beasiswa, lanjutnya berjumlah 808 orang dari berbagai perguruan tinggi negeri terbaik dengan rincian, pada tahun 2017 sebanyak 15 orang.Tahun 2018 sebanyak 79 orang, tahun 2019 sebanyak 85 orang, tahun 2020 sebanyak 159 orang, tahun 2021 sebanyak 218 orang dan tahun 2022 sebanyak 251 orang.Dan semua adalah yang lulus masuk ke 13 perguruan tinggi negeri terbaik. Diantaranya, Universitas Pendidikan Indonesia, Unversitas Negeri Semarang, USU, Universitas Hasanuddin (Unhas), Institut Teknologi Sepuluh November ( ITSI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Padjadjaran (UNDPAD).Universitas Brawijaya (UNBRAW), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Pertanian Bogor (IPB), lnstitut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).Jonny mengatakan, jumlah siswa yang mendapat beasiswa dari tahun ke tahun semakin meningkat, dan Indeks Prestasi (IP) juga semakin meningkat. Terbukti, kata dia, dari tahun 2020 syarat IP 3,0 , dan tahun 2021 sampai 2022 IP 3,25 dan IP yang diperoleh mahasiswa eata-rata 3,5 keatas.Meski syarat minimum IP itu selalu meningkat tiap tahun, makin banyak pula mahasiswa yang dapat. " Artinya, bisa memotivasi mahasiswa untuk giat belajar dan memacu mereka untuk dapat IP yang tinggi dan rata-rata mereka dapat 3.50 keatas," kata Jonny.Sejauh ini, .ahasiswa yang sudah berhasil dengan IPK 4.0 ada berjumlah 4 orang dari Humbahas, diantaranya Paulus King Mulia Lumban Gaol (Jurusan Metalurgy Minelar Nuklir UI).[br]Selanjutnya Kristiani Samosir (Fisip Unibraw), Randy Victor Josua (manajemen UNDIP), dan Ester Palmina Marbun dari jurusan Hukum UNDIP.Jonny juga menjelaskan, dari tahap awal tahun 2017 sampai 2022, dana yang sudah digelontorkan Pemkab Humbahas senilai Rp 9,825,381,042."Dari tahun 2017 sampai 2022 kemaren itu untuk beasiswa sudah kita gelontorkan sebesar Rp 9,825,381,042. Dan tahun ini, kita anggarkan 3.5 miliar," ujar Jonny.