Matatelinga - Medan, Gerakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sumatera Utara masih rendah. Salahsatu penyebabnya, banyaknya daerah pemekaran di Sumatera Utara. Hal itudikatakan Direktur Pembinaan PAUD Ditjen PAUDNI Erman Syamsuddin padaacara dialog interaktif anak Gebyar PAUD di PRSU, Sabtu (5/9/2014) Jln Gatot SubrotoMedan.Erman menjelaskan bahwa PAUD harus digerakkan tentunya dengan dukungan daripemerintah setempat. "Setiap pemimpin daerah mulai dari provinsi hingga diperdesaan harus aktif dan memperhatikan PAUD, karena pendidikan anak usia dinisangat penting untuk menciptakan generasi berguna dan berdaya saing dikemudianhari,"paparnya.Maka Erman mengingatkan bahwa pesmerintah pusat sudah mencanangkan anggarandesa khususnya untuk PAUD sebesar 1 milliar satu desa. Untuk itu, sebagaiisteri kepala daerah, peran bunda PAUD sangat penting dalam mengembangkan PAUDtersebut. "Untuk itulah peran bunda PAUD yang tak lain istri-istri kepaladesa lebih aktif dengan alokasi anggaran 1 milliar satu desa, bisa menwujudkanprogram pemerintah yakni Satu Desa Satu Paud"ujarnya Hal senada juga dikatakan Bunda PAUD Sumut Hj Sutias Handayani Gatot PujoNugroho bahwa keberadaan bunda PAUD bisa menyampaikan langsung kepada pemimpindaerah yang merupakan suami. "Sebagai Bunda PAUD diharapkan bisa langsungmenyampaikan kepada suami yang merupakan kepala daerah. Yang tujuannya programPAUD bisa direalisasi,"paparnyaLebih lanjut, Sutias berupaya bersama serta menggugah dan kesadaranmasyarakat terhadap pentingnya bunda PAUD di setiap wilayah khususnya diperdesaan. Karena itu, komunikasi dengan semua kelompok di setiap wilayah harusdilakukan. Oleh karena itu Sutias selalu memotivasi kepada pengerak PAUDseluruh Sumut untuk lebih fokus dan aktif. “Sampaikan bahwa PAUD bukansimbol tapi pekerjaan sukarela agar berbuat untuk generasi emas yang akan datang.Setiap kesempatan PAUD saya selalu menggugah masyarakat agar mengerakkan PAUDdi setiap daerah,"ujarnya.Sementara Staf Bidang PNFI dan PAUD Dinas Pendidikan Provsu Drs HjYulheni M.Pd mengatakan perluasan dan perataan pendidikan anak usia dini masihrendah. "Belum semua desa mendapat layanan PAUD, rendahnya pemahaman orangtua terhdp paud, hingga terbatasnya paud di kab/kota, dikarenakan terbatasnyadukungan pemerintah,"jelasnyaYulheni yang juga sebagai penangung jawab kegiatan Gebyar PAUD mendorong semuapihak untuk motivasi pada orang tua dan masyarakat / mensosialisasikan tentangpentingnya PAUD dicanangkanPelaksanaan Gebyar PAUD itu sendiri sekaligus peringatan Hari Anak Nasional. Acaraini menghadirkan sekitar 1.500 anak dari 3 kabupaten /kota (Medan, Binjai danDeli serdang) yang terdiri PAUD formal maupun non formal. Salah satu tujuan acarauntuk merangsang kreatifitas anak dan para pendidiknya agar lebih berkembang dimasa mendatang.Kegiatan Gebyar PAUD itu diisi dengan tari kreasi PAUD, festivalmengambar/mewarnai, festival finger painting, festival gerak dan lagu, seminarsehari bunda PAUD kota/kab, pameran PAUD, hiburan, senam paud peragaan busanajuga, dialog interaktif anak.Dikesempatan itu pula Bunda PAUD Sumut mengkukuhkan 4 Bunda Paud Kabupaten/Kota yakni Bunda Paud Padanglawas Utara Siti Aisyah Bachrum Harahap , Bunda PAUD Tapanuli Utara Sartika Nikson Nababan, Bunda PAUD Batubara Khadijah OK Arya Zulkarnaen, dan Kabupaten Serdang Bedagai Hj MarliahSoekirman.(Mt)