MATATELINGA, Sibolga : Bulan suci ramadhan 1444 H tinggal beberapa hari lagi, beragam tradisi dilakukan oleh umat muslim, salah satunya ziarah kubur.Rutinitas umat Islam ini, sering terlihat sepekan menjelang ramadhan, seperti di kilometer 9 Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).Berbagai aktivitas dilakukan saat tradisi ziarah, mulai aksi bersih kubur hingga pengajian di lokasi pemakaman dengan membawa keluarga dan kerabat.Beberapa perlengkapan tak lupa dibawa para penziarah, seperti cangkul, parang panjang, sabit, dan buku yasin.
BACA JUGA:Sambut Bulan Suci Ramadhan, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Baru Gotong Royong Bersihkan Mushola"Sudah budaya kami harus ziarah kubur memasuki bulan ramadhan. Biasanya kami bersih makam, mengaji, berdoa," kata Ritawati Hutagalung, warga Lubuk Tukko, Tapteng, Senin (20/03/2023)."Tujuan ziarah adalah memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar seluruh amal baik para leluhur kami diterima, dan ditempatkan disisi Nya," tambahnya.Tradisi ziarah kubur jelang puasa juga biasanya memilih hari tepat, seperti hari libur yang tak mengganggu aktivitas."Tradisi ziarah pilih hari, misal hari Sabtu atau Minggu seminggu jelang puasa, dan kadang 2 minggu sebelum itu, pokoknya hari libur," sebut Risna, warga Pandan.
BACA JUGA:Audisi Duta Wisata Sibolga Diprotes PesertaMenurut Risna, berziarah kubur baginya dan keluarga merupakan tradisi turun temurun dan akan tetap dilestarikan."Tradisi ziarah kubur tetap dilestarikan, karena tidak bertentangan syariat Islam. Malah, dapat mengingatkan kita kepada kehidupan di akhirat nanti," ucapnya.Pemandangan sama juga dapat ditemui di beberapa lokasi pemakaman umum atau keluarga di Tapteng, semangat para penziarah kubur cukup antusias jelang puasa ramadhan ini."Puncak berziarah kubur menurut biasa, satu atau dua hari jelang puasa, sangat ramai lah," tutup Risna.