MATATELINGA, Toba : James Sitorus warga parmaksian sekaligus aktivis lingkungan hidup menyayangkan adanya oknum LSM yang diduga memelihara konflik.Konflik antara perusahaan TPL dan warga seperti Desa Tukko Nisolu, Janjimaria, Natumingka dan desa lain di kecamatan Borbor hingga saat ini belum selesai walaupun sudah mendapat dampingan dari lembaga tersebut."Patut kita curiga dengan tujuan mereka. Jika pendampingan yang dilakukan mereka untuk menyelesaikan konflik, kenapa tidak selesai-selesai. Dimana masalahnya? Padahal mereka dapat kucuran dana dari luar negeri. Wajar kita curiga oknum LSM tersebut memelihara konflik berkepanjangan untuk tujuan tertentu" terang James di Porsea, Kamis, (30/3/2023).
BACA JUGA:TPL Kolaborasi Inkubasi Kriya Ulos Warna AlamiHadirnya pemerintah dan LSM patut dibanggakan agar tercipta hubungan harmonis dan terjaganya komitmen perusahaan agar bisa hidup berdampingan dengan masyarakat.[br]Namun hingga saat ini, konflik terus terjadi hingga kehadiran orang asing dilokasi konflik yang belum jelas tujuannya. Kehadiran orang asing di lokasi konflik perlu dipertanyakan tujuannya. Seperti postingan Rokki Pasaribu beberapa waktu lalu yang mendampingi orang luar ke lokasi konflik.James berharap semoga dengan hadirnya LSM luar negeri di Indonesia atas permintaan sebuah lembaga lokal bisa mendapat jalan keluar. "Jangan sampai laporan orang luar tersebut terbalik diberitakan di luar negeri. Kita yang sudah punya tatanan adat istiadat bisa terganggu jika seperti ini " terang James.