MATATELINGA, Sungaibatang : Galodo (tanah longsor), menerjang nagari (kampung) kelahiran ulama legendaris almarhum Prof DR Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amarullah), di Sungaibatang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (28/3/2023) sore.Informasi yang diterima
matatelinga.commenyebutkan, musibah itu terjadi, beberapa saat jelang warga masyarakat, melaksanakan shalat maghrib / berbuka puasa."Sebelum bencana alam itu tiba, hujan cukup deras turun sejak pagi hari di sekeliling Danau Maninjau", ucap seorang warga masyarakat setempat Elfira Syifa, menyampaikan informasinya, Rabu (29/3/2023) malam.Suasana kegembiraan warga menyambut kegiatan berbuka puasa, berubah duka yang mendalam dirasakan warga. Karena datangnya galodo secara tiba-tiba. Yang sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan terjadinya galodo (longsor) tersebut.
BACA JUGA:Bupati Humbahas Minta Saran ke Menpan RB Soal SAKIPKatanya, galodo itu berasal dari longsoran tanah pebukitan di bukit Batu Ajung. Kemudian, tanah longsoran itu, hanyut dibawa air bah, menuju Sungai Ligin di Muaro Pauh, yang berada di pinggir Danau Maninjau.Akibat lomgsoran yang menghanyutkan kayu, tanah, pasir serta air yang cukup deras, sempat menerjang lahan perladangan dan persawahan, serta pemukiman warga. Salah satu bangunan yang mengalami rusak berat, diterjang air bah dari galodo ini, Madasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Muhammadiyah Sungaibatang, yang terketak di Muaro Pauh tepi Danau Maninjai.[br]Ditambahkannya, syukurnya galodo ini, tidak sempat merusak vangunan rumah warga. Kecuali sekitar pemukiman warga di Muaro Pauh, sempat digenangi air hampir mencapai satu meter.Elfira melalui telepon selular menjelaskan, sehari setelah terjadinya galodo, tepatnya Rabu (29/3/2023), warga masyarakat bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, berusaha menyingkirkan batang-batang kayu dan lumpur di MTs Muhamnadiyah Sungaibatang. Termasuk menyemprotkan air untuk membersihkan lumpur di lantai sekolah, menggunakan mobil pemadam kebakaran.Dia menambahkan, Sungaibatang termasuk salah satu Daerah Tujuan Wisata relegi dan pendidikan di Provinsi Sumateta Barat. Karena daerah ini, merupakan kampung kelahiran ulama legendaris Prof DR Hamka. Sejak beberapa tahun lalu, ditempat ini berdiri meseum Hamka, yang ramai dikunjungi turis nusantara maupun mancabegara. Terutama, turis yang datang dari negeri jiran Malaisia, Singapura, Brunaj Darussalam, serta Thailand. Termasuk pula turis dari negara timur tengah dan eropa. (yasmir)