Matatelinga - Medan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur secara khusus berkunjung ke Sumut untuk mempelajari kebijakan-kebijakan dan program-program yang diterapkan Pemprov Sumut dalam mewujudkan kerukunan beragama. Kabag Sosial Provinsi Jatim Drs Muhammad Isa, bersama Ketua FKUB Drs Hendro Siswantoro, Kemenag Jawa Timur H Abdul Rahman SH selanjutnya diterima Wakil Gubernur Sumut HT Erry Nuradi beserta jajaran SKPD dan FKUB Sumut, di ruang rapat Kantor Gubernur Sumut,Selasa (9/9/2014) Jalan Diponegoro Medan."Kita ingin menggali informasi dan memperoleh pengalaman serta belajar banyak dari Sumut sehingga bisa menciptakan kerukunan hidup beragama. Keanekaragaman budaya dan suku di Sumut mirip dengan Jawa Timur," ungkap HendroSebelumnya, Wakil Gubernur Sumut H Tengku Erry Nuradi mengatakan Sumut merupakan potret kecil atau miniatur masyarakat Indonesia yang multikultural. Dijelaskan, Sumut terdiri dari 33 kabupaten/kota (8 kota dan 25 kabupaten), 417 kecamatan dan hampir 6.000 desa dan kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 15,97 juta jiwa."Kita memiliki delapan etnis asli terdiri dari enam sub Batak yaitu, Mandailing, Toba, Karo, Pakpak, Simalungun dan Angkola. Dua etnis lainnya, yaitu Melayu dan Nias. Hampir semua etnis di Indonesia juga ada di Sumut, dan enam agama hidup berdampingan dengan rukun dan damai," kata Wagub Sumut.Sementara itu, Kabag Sosial Provinsi Jatim Muhammad Isa mengatakan tidak salah pilih tujuan Kunker ke Sumut, karena Sumut mampu mewakili Indonesia dengan keberagaman etnis dan budaya yang dapat hidup berdampingan dan rukun.Tentunya, hal itu tidak terlepas dari peran jajaran FKUB Sumut sehingga tercipta kerukunan hidup umat beragama. "Kita harapkan apa yang telah didiskusikan ini dapat berguna dan bermanfaat dalam menciptakan kerukunan hidup umat beragama di Jatim. Terutama untuk kebijakan dan program-program FKUB Sumut yang selama ini dapat berkoordinasi dengan pemerintah dan mampu mengayomi masyarakat lewat pemuka agama di jajaran FKUB, " tandasnya. (zal/bro)